Apa Itu Ivermectin? Obat Terapi Covid-19 yang Diperkenalkan oleh Erick Thohir, Ini Penjelasannya

Berdasarkan keterangan Erick Thohir, obat Ivermectin sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 

Editor: Mumu Mujahidin
https://health.grid.id/
Ivermectin obat terapi Covid-19 perlu diteliti lebbih lanjut. Ini obat parasit. 

Sebelumnya, informasi soal obat Ivermectin ini viral di media sosial. 

Dalam informasi tersebut, obat Ivermectin yang disebut-sebut ampuh tangkal Covid-19.

Diberitakan Tribunnews.com, Ketua Satuan Gugus Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia ( IDI), Prof. Zubairi Djoerban mengemukakan pandangannya, terkait obat tersebut dalam akun Twitter-nya.

Ia mengatakan, Ivermectin belum bisa dan cenderung tidak efektif untuk mengobati Covid-19, bahkan India baru saja menghapus Ivermectin dari daftar pengobatan Covid-19.

"Singkatnya obat ini adalah untuk mengobati infeksi cacing gelang di dalam tubuh manusia."

"Ivermectin masuk golongan antihelmintik yang kadang dipakai mengatasi scabies atau kudis dan hanya diresepkan dokter," kata dia seperti dikutip Sabtu (12/6/2021).

Lanjut Zubairi, Ivermectin populer disebut-sebut sebagai obat yang dapat menghambat perkembangan SARS-CoV-2, lantaran ada studi di Australia yang mengklaim bahwa obat ini bekerja dengan cara menghambat protein yang membawa virus penyebab Covid-19 ke dalam inti tubuh manusia.

"Hal ini yang kemudian diyakini bahwa Ivermectin mencegah penambahan jumlah virus di tubuh sehingga infeksi tidak makin parah."

"Persoalannya studi ini baru dilakukan terhadap sel-sel yang diekstraksi di laboratorium. Uji coba Ivermectin pada tubuh manusia belum dilakukan," jelas Guru Besar FKUI ini.

Kemudian, studi berikutnya adalah di Bangladesh, yang juga mengklaim Ivermectin dapat mempercepat proses pemulihan pasien Covid-19.

Tapi penelitinya pun menyatakan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Ivermectin efektif untuk pengobatan Covid-19.

"Lalu bagaimana Ivermectin di Eropa dan Amerika? Yang jelas, European Medicines Agency (EMA) dan Food and Drug Administration (FDA) belum mengizinkan Ivermectin digunakan untuk mengobati Covid-19," kata Zubairi.

Baca juga: Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Buntut Kasus Antigen Bekas di Kualanamu, Ini Katanya

Ia menuturkan, EMA sendiri telah meninjau beberapa studi terkait penggunaan Ivermectin.

Mereka menemukan kalau obat ini memang dapat memblokir replikasi SARS-CoV-2. Tapi pada konsentrasi Ivermectin yang jauh lebih tinggi daripada yang dicapai dengan dosis yang diizinkan saat ini.

Pada kesimpulannya, EMA menyatakan bahwa sebagian besar studi yang ditinjau memiliki keterbatasan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved