Sintong Panjaitan, Prajurit Kopassus Ini Tak Gentar Ditodong Senjata Ratusan Warga Lembah X Papua
Sintong Panjaitan sempat dikepung dan ditodong senjata oleh ratusan warga sebuah suku di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua.
Dalam waktu singkat ia telah dikepung oleh puluhan penduduk Lembah X.
Mereka mengancam menggunakan panah, tombak, kapak batu, dan pentungan kayu.
Mereka berteriak-teriak dengan irama tertentu, “Snai e…Senai e….Snai e,” yang tidak diketahui apa maknanya.
Sebagai tentara, reflek Sintong memindahkan senapan AK-47 dari posisi di sandang ke posisi depan.
Alangkah terkejutnya Sintong ketika mengetahui magazin senapan itu lepas dari tempatnya.
Baca juga: LINK Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam Kualifikasi Piala Dunia 2022, Senin Malam Nanti
Kain merah dan cermin kecil
Sintong kemudian melihat magazin berisi 30 peluru itu terlempar dan jatuh di antara kaki-kaki warga Lembah X.
Beruntung seorang anak buahnya dapat mengambil magazin itu dan melemparkan kepada Sintong.
Sesuai arahan Pierre D Gaisseau, Sintong mengangkat kedua belah tangannya ke atas sambil tersenyum dan berwajah cerah untuk memberi kesan ia bersikap bersahabat serta tidak bermaksud jahat.
Sintong kemudian melepas baju seragam loreng Kopassus untuk menarik perhatian.
Tak lama ada seorang tua keluar dari rumah sambil membawa sesuatu yang ditempatkan di atas kepalanya.
Kemungkinan orang itu ketua suku. Ia menyerahkan barang itu kepada Sintong.
Ternyata barang itu berupa sepotong daging dan kulit berlemak. Warga Lembah X berteriak ramai-ramai, “Nyap-nyap e!!!Nyap-nyap e.”
Meski sintong tak memahami arti kalimat itu, ia menduga nya-nyap e artinya makan lah.
Sintong langsung memakan daging mentah itu. Warga Lembah X yang melihat sikap Sintong tampak lega. Mereka bersorak-sorai melambangkan kegembiraan.