Sehari Bisa 15 Jenazah Pasien Covid-19 yang Dikuburkan di TPU Cikadut, Naik 100 Persen Lebih
jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Cikadut melonjak, hingga 100 persen dari kondisi sebelum lebaran.
"Jadi maksudnya kondisi itu (kolaps) bisa terjadi, apabila penyebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus tidak terkendali, lonjakan kasus terus terjadi, maka ada resiko terganggunya pelayanan kesehatan akibat beban besar yang terus bertambah," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (6/6/2021).
Baca juga: Kota Bandung Dikhawatirkan Kolaps Akibat Lonjakan Kasus Covid-19, Yana Mulyana Bilang Begini
Ahyani menuturkan, upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di masyarakat pun telah dilakukan selama ini melalui benteng pertahanan secara berlapis.
Dimana pada lapis pertama adalah kepatuhan dan kedisiplinan setiap individu terhadap protokol kesehatan.
Kemudian lapis kedua adalah dilakukannya Testing, penelusuran kontak erat atau Tracing, dan tindak lanjut perawatan pada pasien covid-19 atau Treatment, dengan memisahkan pasien melalui isolasi atau karantina mandiri, serta lapis berikutnya adalah pelaksanaan vaksinasi covid-19.
Namun, seiring dengan terus meningkatnya lonjakan kasus positif Covid-19 di masyarakat, bahkan hingga menembus lapisan pertahanan terbawah, maka pelayanan kesehatan lah harus harus menahan laju dari penyebaran kasus Covid-19 tersebut.
Baca juga: Kronologi Sejumlah Warga Subang Kuningan Positif Covid-19, Awalnya Ada 7 Orang yang Terpapar Corona
"Inilah yang menjadi kekhawatiran bukan hanya Pak Wakil (Walikota) tapi juga semua pihak, bahwa dengan beban besar yang ditimbulkan efek dari situasi tersebut, maka diperlukan peningkatan jumlah tenaga kesehatan hingga ketersediaan infrastruktur pelayanan, seperti tempat tidur pasien yang perlu terus di tambah. Sebab bila hal ini tidak dilakukan, maka akan banyak pasien yang tidak terlayani," ucapnya.
Ahyani menuturkan, upaya pengendalian kasus Covid-19 di Kota Bandung telah dilakukan dengan sangat baik.
Dimana, biasanya temuan kasus harian Covid-19 Kota Bandung sejak awal Mei lalu hanya berada di bawah lima puluh temuan kasus per hari.
Namun sejak beberapa hari terakhir, jumlah temuan kasus positif Covid-19 meningkat signifikan, hingga seratus kasus per hari.
Hal ini pun, lanjutnya, selain menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 di masyarakat terus meningkat. Tapi juga membuktikan bahwa upaya testing dan tracing, terus menerus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung secara efektif.
Baca juga: Meski Ada Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19, Objek Wisata di Subang Kuningan Tetap Buka
Dampak dari situasi itu pun mengakibatkan, kesiapan dari sarana prasarana fasilitas kesehatan yang harus terus ditingkatkan.
Apalagi rumah sakit yang berada di Kota Bandung ini, bukan hanya diperuntukkan hanya melayani warga Kota Bandung, tapi juga warga Bandung Raya dan sekitarnya.
Terlebih, dengan kesiapan dan kelengkapan fasilitas serta jenis rumah sakit di Kota Bandung yang dinilai masyarakat lebih baik dari kondisi rumah sakit di daerahnya, mengakibatkan 40 persen warga luar Kota Bandung di rujuk ke rumah sakit di Kota Bandung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan setiap harinya.
"Maka demikian, bukan hanya kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bandung saja, tapi juga kenaikan kasus di daerah lain dapat mempengaruhi kekuatan dan kemampuan dari fasilitas pelayanan kesehatan dalam menahan laju penyebaran covid-19 ini," ujar Ahyani.
Oleh karena itu strategi yang telah dan akan terus dilakukan Satgas Covid-19 Kota Bandung dalam mengendalikan laju pertumbuhan kasus ini, yaitu tetap memasifkan upaya 5M+3T+Vaksinasi kepada masyarakat.