Dadang Buaya dan Belasan Preman Serang Koramil Pameungpeuk Sambil Mengacungkan Golok Samurai

Dadang alias Dadang Buaya (45) dengan 15 orang temannya nekat melakukan penyerangan  ke markas Koramil Pameungpeuk

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Dadang Buaya, preman Pameungpeuk yang menyerang Markas Koramil dan Polsek Pameungpeuk, bersama belasan preman lainnya, ditangkap aparat kepolisian dan TNI. 

Akhirnya DA berhasil ditenangkan kemudian ia diminta untuk pulang. 

Koramil Pameungpeuk lalu berkordinasi dengan Polsek Pameungpeuk untuk menangkap DA 
dan lainnya yang terlibat. Hingga akhirnya DA dan satu orang temannya berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing.

Sementara Kapolsek Pameungpeuk  AKP Dedin Permana SH dalam laporannya juga menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Kepolisian telah mengamankan seorang tersangka atas nama Dadang alias Dadang Buaya, 45 thn, swasta, Kp Cibera Cibalong Garut berikut beberapa bilah senjata tajam(golok,semurai, igrek).

Pada hari Jumat tanggal 28 Mei 2021, jam 07.15 Wib,  Jaka, 54 tahun, seorang nelayan warga Kp Bunisari Rt 002/004 Desa Mancagahar Pameungpeuk Garut ketika pulang melaut dengan menggunakan kendaraan motor di pertigaan jalan kawasan obyek wisata sayangheulang berpapasan dengan Dadang Buaya.

Ia hampir bertabrakan karena Dadang Biaya membawa kendaraan motor bukan di jalurnya. Lalu Jaka ngomong ke Dadang "ningali atuh". 

Dadang langsung turun dari motor menghampiri sdr Jaka menodongkan pisau ke leher sdr Jaka sambil menamparnya. Selanjutnya Dadang membawa Jaka ke arah curugan teepatnya depan balinda hotel dan terjadi cekcok adu mulut lagi antara Dadang dan Jaka.

Dikarenakan tidak ada jalan keluar sdr Jaka memintai bantuan adiknya, Saprudin (45), seorang anggota TNI AD berpangkat Lettu dari kesatuan Cilodong Bogor yang sedang cuti di Pameungpeuk, untuk menyelesaikan masalahnya.

Terjadi ribut adu mulut lagi antara Dadang Buaya dengan Saprudin yang berakhir dengan perkelahian.

Pukul 07.45 Wib masyarakat Sayangheulang melaporkan kejadian kepada Babinmas Desa Mancagahar Bripka Bedi dan Bripka Bedi berusaha melerai dan memisahkannya.

Tetapi Dadang Buaya balik menyerang Bripka Bedi dengan cara memukul dan membantingkan Bripka Bedi.

Dadang merampas golok milik petani yang lewat dan dibacokkan kepada Bripka bedi tetapi berhasil digagalkan. Pada saat Bripka Bedi sedang berusaha menghindari Dadang, sdr Saprudin sedang adu mulut dgn teman sdr Dadang (sdr Teri alias Abang).

Pukul 09.00 keributan berhasil direda dibubarkan oleh anggota Polsek Pameungpeuk.  Pukul 09.15, Dadang Buaya datang dengan rombongan lebih kurang 15 orang datang ke Koramil Pameungpuk mencari Saprudin tetapi dihalau oleh anggota koramil. Anggota berhasil mengamankan beberapa bilah sajam berupa, golok, semurai dan igrek dari mbil sdr Dadang.

Pukul 09.30 Wib, Dadang Buaya dan rombongan mendatangi Polsek Pameungpeuk dalam keadaan mabuk mencari Bripka Bedi dan membuat sedikit keributan tetapi berhasil dihalau untuk keluar kantor.

Di luar kantor di jalan raya, Dadang menyerang anggota Polsek Pameungpeuk Bripka Uun, tetapi berhasil dilerai dan rombongan Dadang disuruh pulang.

Pukul 11.30 konsolidasi Polsek dan Koramil yang dipimpin oleh Kapolsek Pameungpeuk AKP Dedin Permana dilakukan penangkapan terhadap sdr Dadang di rumahnya, selanjutnya langsung dilimpahkan ke polres Garut.
Situasi kamtibmas pameungpeuk paska kejadian tersebut aman tertib kondusif. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved