Breaking News:

Hanya 18 Hidran Kebakaran di Kuningan yang Masih Berfungsi, Ada Titik Hidran yang Jadi Lapak Usaha

Menghadapi musim kekeringan serta melakukan pencegahan terhadap musibah kebakaran tidak lepas dari kinerja UPT Damkar Kuningan.

ISTIMEWA
ILUSTRASI: UPT Damkar Kuningan memberikan praktek atau simulasi pemadaman api saat terjadi kebakaran dilingkungan pemukiman penduduk Desa Dukuh Picung, Kecamatan Luragung 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Menghadapi musim kekeringan serta melakukan pencegahan terhadap musibah kebakaran tidak lepas dari kinerja UPT Damkar Kuningan.

Terutama dalam memberikan materi serta pengetahuan tata cara melakukan pemadaman dengan alat tradsional hingga menggunakan alat modern yang dikenal dengan alat pemadam api ringan (APAR).

Demikian hal itu dikatakan Kepala UPT Damkar Kuningan, yakni Khadafi saat ditemui Markas Damkar Kuningan di Jalan Sudirman, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Jelang Musim Kemarau 2021, Ini Strategi BPBD Lakukan Pencegahan Karhutla dan Pemenuhan Air Bersih 

Menurut Khadafi untuk jumlah Hydrant di Kuningan yang tersebar ada sebanyak 32 unit dan semuanya tidak sama memiliki fungsi saat di butuhkan kelak. 

“Iya dari 32 unit Hydrant itu hanya 18 unit Hydrant yang bisa berfungsi dan bisa dugunakan pada waktu dibutuhkan nanti. Kemudian mengenai sisa dari jumlah tadi, itu Hydrant mengalami kerusakan dan tidak berfungsi sama sekali,” ujar Khadafi saat Live Tribuncirebon.com tadi.

Menariknya, kata Khadafi mengklaim ada titik Hydrant di sejumlah Pasar Tradisional tidak mendapat penjagaan lingkungan sekitar. Malah sebaliknya, lokasi titik Hydrant ini menjadi lapak usaha bagi warga tak bertanggungjawab.

“Ya, ada beberapa Hydrant yang masih aktif namun kawasan titik Hydran ini tidak bebas saat akan dibutuhkan nanti. Seperti di pasar tradisional tertentu ada Hydrant, tapi di jadikan untuk usaha pada umumnya di pasar saja,” ujarnya. 

Khadafi menyebut jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Kuningan dari bulan Januari hingga Mei tercatat 23 kejadian. 

"Iya selama lima bulan ditahun ini sudah ada 23 kejadian kebakaran, tapi yang terupdate itu 16 dengan total kerugian mencapai Rp. 1,2 milar dan jumlah ini ditambah dengan kejadian kebakaran di pasar Ciputat di Ciawigebang kemarin,” ujarnya.

Khadafi menjelaskan bahwa UPT Damkar Kuningan tidak hanya menangani atau melayani kebakaran saja. Melainkan pihaknya juga memebrikan pelayanan dilakukan seperti pemusnahan sarang tawon, pelayanan dalam penangkapan hewan buas misalnya ular, kera atau lainnya.

"Untuk pelayanan pemadam kebakaran di Kuningan, hingga kini sudah banyak yang kami evakuasi, misalnya di rumah warga ada ular kemudian ada laporan. Kami langsung datang dan melakukan evakuasi, selain itu sarang tawon, pelepasan cincin,” katanya.

Selama 2021, UPT Damkar dalam pemusnahan sarang tawon itu sudah sekitar 28 pemusnahan. Kemudian, penangkapan ular 24 kasus, termasuk evakuasi orang yang masuk sumur. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved