Breaking News:

Virus Corona

Belajar dari Kasus Corona di Garut, Untuk Tujuan Apapun Pasien Positif Covid-19 Tak Boleh Dijenguk

Siketahui sebelumnya satu kampung di Garut harus lockdown setelah menjenguk salah seorang warga yang terkonfirmasi positif Cocid-19.

Editor: Mumu Mujahidin
(KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG)
Ilustrasi: Wakil Bupati Garut Helmi Budiman memberikan arahan kepada camat dan kepala desa terkait isolasi mandiri satu kampung, di depan pintu masuk kampung yang diisolasi, Rabu (22/04/2020) 

Laporan wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kasus penularan Covid-19 yang melanda 24 warga Kecamatan Bungbulang, Garut, patut menjadi pembelajaran bagi semua pihak akan bahayanya Covid-19.

Siketahui sebelumnya satu kampung di Garut harus lockdown setelah menjenguk salah seorang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Praktisi kesehatan sekaligus Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Rosye Arosdiani Apip mengatakan, bahwa potensi penularan Covid-19 dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja.

Baca juga: Satu Kampung di Garut Terpaksa Diisolasi, Perantau Mudik Bawa Virus Menular ke Orangtua dan Tetangga

Baca juga: Mahasiswa Papua Demo Minta Jokowi Menarik Pasukan Militer: Rakyat Papua sama dengan Warga Palestina

Sehingga, diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan setiap individu dalam hal mengantisipasi setiap potensi penularan yang terjadi. 

Ia menegaskan untuk tujuan alasan apapun, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebaiknya tidak dijenguk, guna menghindari potensi penularan.

"Saran saya, untuk tujuan alasan apapun, baik keluarga, tetangga, maupun siapapun itu, tidak melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, termasuk menjenguknya.

Sebagai bentuk dukungan atau support terhadap pasien cukup dari jarak jauh. Seperti berikan doa, atau kalaupun harus membantu kebutuhannya seperti mengirim makanan, sebaiknya tidak berinteraksi secara langsung, sebab, potensi penularan dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja," ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (21/5/2021).

Dengan melaksanakan penerapan disiplin protokol kesehatan melalui gerakan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumununan, dan mengurangi mobilitas.

Baca juga: Keluarga Tolak Jasad Anaknya yang Tewas Gantung Diri di Kontrakan, Korban Tulis Pesan Ini di Dinding

Baca juga: Karyawan Duduk Santai Sambil Minum di Samping Jasad Bosnya yang Baru Dibunuhnya di Lahan Parkir

Hal itu menjadi satu-satunya cara agar kita menghindari serta memutus rantai penularan Covid-19.

"Disiplin gerakan 5M ini berlaku untuk semua kalangan. Apabila kita baru saja berkontak dengan penderita Covid-19, jangan sungkan untuk melakukan PCR swab test dan isolasi mandiri, termasuk bila mengalami gejala yang merujuk pada terinfeksi Covid-19, maka segera hubungi atau laporkan ke petugas layanan kesehatan terdekat," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved