Breaking News:

Ini Cara Pemkot Cirebon dalam Mencegah Peningkatan Kasus Covid-19 Pascalibur Lebaran

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan, salah satu antisipasi yang disiapkan ialah mengintensifkan testing dan tracing tingkat mikro.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemkot Cirebon tampaknya telah menyiapkan antisipasi peningkatan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran.

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan, salah satu antisipasi yang disiapkan ialah mengintensifkan testing dan tracing tingkat mikro.

Menurut dia, hal itu sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, terkait penangan covid-19 pascalibur Idulfitri.

“Strategi ke depan, setiap pemerintah daerah diminta untuk anntisipasi hingga dua minggu ke depan," kata Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Setelah Lebaran, Gunung Ciremai Diserbu Ratusan Pendaki, Ini Syarat dan Cara Daftar Daki CIremai

Baca juga: Tenggelam di Pantai Cirebon, Tubuh Suparto Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Sigranala Indramayu

Ia mengatakan, skema tersebut dikarenakan ada 1,4 persen atau sekitar 1,5 juta penduduk yang mudik saat lebaran kemarin.

Karenanya, Pemkot Cirebon akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat, dimulai dari testing dan tracing di tingkat RW.

Nantinya, Satgas Covid-19 tingkat RW akan melaporkan mana warga yang tidak kelihatan selama lima hari, dan mereka yang akan mengetesnya.

"Warga yang tidak muncul selama lima hari kemarin itu berarti mereka sudah keluar kota, sehingga langsung diminta untuk isolasi mandiri," ujar Agus Mulyadi.

Baca juga: 40 Pemudik Jalani Rapid Test Antigen di Pos Penyekatan Jalan Kalijaga Kota Cirebon, Ini Hasilnya

Baca juga: Terungkap Hasil Rapid Test Antigen di Cirebon Dua Pemudik Asal Kuningan dan Brebes Positif Covid-19

Selain itu, testing juga bakal digelar di sejumlah pusat perbelanjaan dan keramaian se-Kota Cirebon.

Sebab, di masa libur Lebaran tempat-tempat itupun dikunjungi banyak orang, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya warga luar Kota Cirebon.

"Pusat perbelanjaan jangan sampai menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19," kata Agus Mulyadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved