Setelah Lebaran, Gunung Ciremai Diserbu Ratusan Pendaki, Ini Syarat dan Cara Daftar Daki CIremai
Hingga Selasa (18/5/2021), petugas posko pendakian jalur Palutungan mencatat ada sebanyak 800 orang yang melalukan pendakian.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai resmi membuka kembali jalur pendakian Gunung Ciremai pada13 Mei 2021. Hingga Selasa (18/5/2021), petugas posko pendakian jalur Palutungan mencatat ada sebanyak 800 orang yang melalukan pendakian.
“Iya ada 800 orang yang terdaftar dan mereka mengikuti persayaratan yang berlaku dalam melakukan pendakian Gunung Ciremai. Seperti registrasi dan perlengkapan surat sehat atau bebas covid-19,” ungkap Petugas Pos Pendakian Gunung Ciremai (PPGC) Sandy Baron saat ditemui di pos yang terletak di Desa Cisantana,Kecamatan Cigugur, Kuningan Jawa Barat, Selasa (18/5/2021).
Sandy Baron mengatakan bahwa sebelumnya pendakian sempat ditutup selama bulan Ramadan 1442 Hijriah.
Mengenai kebijakan di masa pandemic covid-19, menurut Sandy, kuota pendakian dibatasi hingga 50 persen dari yang jumlah maksimal 500 orang per hari.
“Untuk sekarang hingga sore saat ini jumlah masuk itu ada 250 orang. Kemudian untuk calon pendaki itu mayoritas warga dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan,” ujarnya.
Baca juga: Libur Lebaran, Jalur Pendakian Apuy Majalengka Diminati Pendaki Gunung Ciremai
Untuk memudahkan melakukan pendakian , kata Baron menyebut kebanyakan pendaki itu memesan tiket secara online maksimal H-1 pendakian.
“Pemesanan tiket ya secara online dan ini kebanyakan dilakukan para calon pendaki Gunung Ciremai. Mengenai caranya itu bisa di akses www.tngciremai.com atau https://bit.ly/BookingPendakianGunungCiremai,” ujarnya.
Tentang Gunung Ciremai
Dilansir dari tngciremai.com, Gunung Ciremai adalah gunung soliter tertinggi di Jawa Barat dengan puncak tertinggi memiliki ketinggian 3.078 mdpl membentuk kerucut di sisi sebelah Utara.
Secara geografis kawasan TNGC terletak pada 1080 19’ 18” – 1080 29’ 30” BT dan 60 46’ 57” – 60 58’ 57” LS. Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) masuk di wilayah Kabupaten Kuningan seluas 8.792,21 Ha (59,24%), Kabupaten Majalengka seluas 6.031,26 Ha (40,64%) dan Kabupaten Cirebon seluas 17,83 Ha (0,12%) dengan batas-batas wilayahnya secara administratif sebagai berikut :
Sebelah Utara adalah Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon
Sebelah Timur adalah Kabupaten Kuningan
Sebelah Selatan adalah Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan
Sebelah Barat adalah Kabupaten Majalengka
Topografi
Topografi di kawasan TNGC secara umum didominasi oleh kelerengan agak curam (16-25%) dan curam (26-40%) yaitu seluas 5.351,25 ha (36,06%) untuk kelerengan agak curam dan 5.295,34 ha (35,68%) untuk kelerengan curam. Area dengan kelerengan sangat curam (>40%) hanya sebagian kecil saja yaitu seluas 387,09 ha (2,61%).
Geologi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/pendaki-gunung-ciremai-via-jalur-palutungan.jpg)