Breaking News:

Surat Keputusan Ketua KPK

Soal 75 Pegawai KPK Tak Layak Jadi ASN, Pegawai Ini Sebut SK Ketua KPK Firli Bahuri Tidak Jelas

Benydictus: SK itu sama sekali tidak jelas. Kami diperintahkan menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung namun tidak ada . . .

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Firli Bahuri 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Ketua KPK dinilai tidak memiliki kejelasan arti.

Hal itu dikatakan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Benydictus Siumlala.

Benydictus merupakan salah satu dari 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK pegawai KPK).

"Intinya SK itu sama sekali tidak jelas. Kami diperintahkan menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung namun tidak ada tindak lanjut," kata Benydictus lewat keterangan tertulis, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: SK Penonaktifan Novel Baswedan dan Pegawai KPK yang Ditandatangani Firli Bahuri Beredar Luas

Baca juga: Novel Baswedan dan Puluhan Pegawai KPK Terancam Diberhentikan, Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Untuk salinan yang sah tertanda Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) KPK Yonathan Demme Tangdilintin.

Dalam SK tersebut terdapat empat poin, pertama, menetapkan nama-nama pegawai yang tersebut dalam lampiran surat keputusan ini tidak memenuhi syarat dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi ASN.

Kedua, memerintahkan kepada pegawai sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsungnya sambil menunggu keputusan lebih lanjut. 

Ketiga, menetapkan lampiran keputusan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

Keempat, keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

"Kami ini akan dipecat, dididik, dites ulang, atau malah diputuskan melanggar kode etik, atau bagaimana? Tidak jelas. Kami ini akan tidak bekerja hingga kapan? Tidak jelas juga," tambahnya.

Halaman
12
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved