Breaking News:

Bupati Kuningan Ancam Tutup Paksa Sejumlah Lokasi Wisata di Kuningan Jika Tak Lakukan Hal Ini

Memasuki momentum liburan lebaran, Acep melarang warga luar untuk mendatangi objek wisata di Kuningan.

TrribunCirebon.com/Ahmad Imam
Bupati Kuningan H Acep Purnama di Tugu Ikan perbatasan Kuningan Cirebon saat dimulainya larangan mudik, Kamis (6/5/2021) dini hari. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Bupati Kuningan H Acep Purnama ancam tutup paksa sejumlah objek wisata di Kuningan jelang liburan lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah. Hal itu sekaligus sebagai upaya pencegahan dalam penyebaran Covid19 di daerah.

Demikian hal itu dikatakan Bupati Kuningan H Acep Purnama di sela kegiatan monitoring pengawasan di Tugu Ikan perbatasan Kuningan - Cirebon, Senin (10/5/2021).

Menurut Acep, ancaman tutup terpaksa terhadap lokasi objek wisata itu jika ditemukan pelanggaran dalam lingkungan objek wisata tersebut. "Ya kami akan tutup paksa bila manajemen tidak melakukan protokol kesehatan," ujarnya.

Memasuki momentum liburan lebaran, Acep melarang warga luar untuk mendatangi objek wisata di Kuningan. "Saya berharap kepada warga luar, sudahlah jangan berwisata dulu ke Kuningan," katanya.

Terlepas sektor wisata, Acep mengemuka untuk jumlah arus kendaraan tidak mengalami kenaikan alias masih dalam kondisi stabil. "Semua jalur dan pengawas masih berjalan lancar dan cukup kondusif," ungkapnya.

Baca juga: Banyak Destinasi Wisata yang Bisa Anda Kunjungi di Kuningan, Obat Jenuh karena Tak Boleh Mudik

Baca juga: Pemudik Asal Bekasi Nekat Pulang Kampung ke Kuningan Lewat Jalan Tikus, Ketahuan Petugas

Sekadar informasi, menghadapi perayaan lebara Idul Fitri 1442 Hijriyah, ada ratusan DTW (Destinasi Tarik Wisata) Kuningan telah bersiap menyambut dan memanjakan para wisatawan lokal dan zona algomerasi.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwsata Kuningan, Toto Toharudin saat menyampiakan kepada wartawan melalui sambungan ponselnya, Sabtu (8/5/2021).

Ratusan DTW di Kuningan mayoritas memiliki ruang terbuka alias out door dan tidak banyak ada DTW yang bersifat indoor.

“Meski banyak DTW terbuka dan sedikit dari lokasi wisata Indoor, kita lakukan perketat protocol kesehatan. Seperti untuk besok kita akan laukan tes rapid antigen sebagai sampel dan akan dilakukan sama dua hari setelah lebaran idul fitri,” Ungkapnya.

Hasil zoom meting dengan seluruh Kepala Dinas Pariwisat se- Jawa Barat, Toto mengklaim bahwa Kuningan masuk zona orange di musim pandemic covid-19.

Di samping itu, dari sebanyak 27 Kota / Kabupaten di Jawa Barat hanya dua daerah yang terdeteksi dalam penyebaran virus covid-19 paling tinggi, sehingga kedua daerah itu menyandang zona merah.

“Ya Kuningan masuk zona oranye dan hampir semua daerah zona orange, untuk kemudian soal dua daerah yang terbilang zona merah, yaitu KBB (Kabupaten Bandung Barat) dan Tasik itu sangat tidak di izinkan untuk membuka wisata,” ungkapnya.

Kepastian untuk pembukaan daerah wisata bagi zona orange, kata Toto, itu sudah masuk ke Gubernur dan sekarang masih dalam tahap koordinasi dengan Polda.

“Betul, untuk laporan kesiapan daerah zona orange membuka wisata. Berkasnya sudah masuk pak Gubernur dan beliau (Pak Gubernur) akan sondingkan ke Kapolda terlebih dahulu, jadi kita juga masih tunggu hasilnya. Namun sebagai gambaran besar tadi, izin wisata akan dibuka dan beroperasi pada biasnaya,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved