Mudik 2021
Modus Travel Gelap Pada Pemudik, Harga Murah hingga Minta Mengaku Keluarga Agar Tak Dirazia Polisi
Ia berangkat dari Ciawi, Bogor menuju Palabuhanratu menggunakan travel gelap yang ia dapat dari media sosial.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Berbagai cara dilakukan para sopir travel atau taksi gelap dalam merayu penumpang yang hendak mudik lebaran 1442 Hijriah.
Salah seorang warga Kecamatan Palabuhanratu berinisial IN (27) mengaku pernah menjadi penumpang travel gelap untuk mudik ke kampung halaman tiga hari lalu.
Ia berangkat dari Ciawi, Bogor menuju Palabuhanratu menggunakan travel gelap yang ia dapat dari media sosial.
Menurutnya, harga yang ditawarkan cukup mahal, yaitu dikisaran Rp 300 ribu.
"Dapat travel di medsos sekitar tiga hari lalu, harga 300 ribu dari Ciawi ke Palabuhanratu," katanya via telepon, Minggu (9/5/2021).
Diberikan Jaminan
IN mengatakan, sang sopir memberikan sebuah jaminan agar tidak dijaring petugas.
Karena seperti diketahui mudik lebaran tahun ini kembali dilarang pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Ia menjelaskan, jaminan yang diberikan diantaranya bebas dari razia petugas dan dibawa pulang melalui jalan tikus.
Tak hanya itu, sang sopir juga meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan memintanya mengaku sebagai anggota keluarga ketika terjaring razia petugas.
"Jaminannya satu tidak akan ketangkap polisi karena tahu jalan tikus, kalau andai saja ada polisi di jalan menanyakan tentang taksi gelap ini jangan memperlihatkan KTP, KTP disimpan di sopir.
Bilang kalau ke polisi bahwa kita adalah keluarga, kita akan diantar ke rumah masing-masing di depan rumah," jelasnya.
Baca juga: Sopir Travel Gelap Nangis Takut Digigit Anjing Petugas, Akhirnya Ngaku Bawa Pemudik dari Bekasi
Baca juga: Sopir Bus di Kuningan Sweeping Travel Gelap Minta Petugas Adil, Polisi Sita STNK Mobil Travel Gelap
Polisi Jaga Ketat
Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Riki Fahmi Mubarok mengatakan, pihaknya tidak segan melakukan penangkapan dan razia terhadap travel gelap yang nekat membawa pemudik masuk ke Sukabumi.