Polisi Sebut Introvert, Tapi di Mata Tetangga Nani yang Terseret Kasus Sate Beracun Dikenal Someah

Kasus sate beracun di Bantul, Yogyakarta, yang menyeret nama Nani Apriliani (25) membuat warga sekitar tempat tinggalnya di Desa Buniwangi Majalengka

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Tetangga NA (25) di Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kasus sate beracun di Bantul, Yogyakarta, yang menyeret nama Nani Apriliani (25) membuat warga sekitar tempat tinggalnya di Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat geger.

Di mata tetangganya, Nani merupakan sosok yang hangat.

Pandangan tentang sosok Nani ini jelas berbeda dengan yang dikatakan pihak kepolisian yang menyebut bahwa Nani adalah sosok yang introvert.

NA telah ditangkap pada Jumat (30/4/2021) di Rumah di Potorono, Banguntapan, Bantul, DIY.

Baca juga: Wanita Pengirim Sate Sianida & Tomy Dikabarkan Sudah Nikah Siri, Keluarga di Majalengka: Masih Gadis

Baca juga: TERUNGKAP Ada Cinta Segiempat dalam Kasus Sate Beracun yang Tewaskan Bocah di Bantul, Ada Sosok R

Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria, mengatakan, petugas kesulitan mengetahui nama terduga pelaku NA karena diduga berkepribadian introvert .

"Ini introvert banget tidak semudah yang anda bayangkan. Awalnya saya mengira sesimpel itu tapi agak tertutup ini," kata Burkan, Senin (3/5/2021).

Sementara itu di mata tetangga, meski jarang pulang, dan ketika pulang relatif singkat, tetapi Nani terbilang someah (ramah) dengan para tetangganya itu.

"Teh NA itu orangnya someah (ramah) kalau pulang, ya biasa, nyapa gitu. Sama anak-anak kecil juga suka ngasih uang," ujar tetangga NA, Opan Sopandi (43) saat berbincang dengan Tribuncirebon.com, Selasa (4/5/2021).

Namun, Opan mengaku tidak mengetahui secara rinci aktivitas NA di Bantul, tempat merantau-nya itu.

Begitu juga dengan sifatnya saat berada di Bantul.

"Yang pasti, kalau di sini mah someah. Tahunya Teh NA di sana teh, kerja. Tapi nggak tau, kerja apanya mah," jelas dia.

Baca juga: Bupati Majalengka Prihatin Ada Warganya Tersandung Kasus Sate Beracun yang Tewaskan Anak Driver Ojol

Baca juga: SOSOK Nani Apriliani, Wanita Asal Majalengka Pengirim Sate Sianida yang Tewaskan Bocah di Bantul

Lebih jauh Opan mengatakan, sebelum diketahui NA terlibat dalam kasus sate maut itu, dirinya sudah mengetahui kasus yang menewaskan anak driver Ojol itu.

Namun dia tidak menyangka kalau kasus itu ada keterlibatan dengan tetangganya.

"Sebelum ramai kaya gini, udah lihat berita tentang itu sih. Ya kaget, nggak nyangka aja. Karena dia orangnya someh, kalau di sini," ucapnya.

Sementara, Ketua RT 3/3, Johari mengatakan, Senin (4/5/2021) kemarin rumah ayah NA sempat kedatangan petugas kepolisian dan aparat desa.

Namun, dia mengaku tidak tahu pasti terkait tujuan kedatangan mereka.

"Mereka pasti shock lah. Kami juga nggak tanya-tanya," katanya.

Saat ditemui di Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, ayah NA, Maman (45) mengatakan bahwa anaknya memang masih berstatus gadis atau single.

Ia tidak mengetahui, perkara asmaranya selama ini, begitu pula soal kabar yang sudah nikah siri dengan polisi yang disebut-sebut menjadi sasaran pengiriman sate beracun tersebut.

"Belum berkeluarga, masih sendiri. Masih gadis keneh," ujar Maman saat berbincang dengan Tribun, Selasa (4/5/2021).

Selain keluarganya tidak mengetahui kisah asmara yang sedang dijalani anaknya, NA dianggap merupakan sosok gadis yang tertutup.

"Tidak (cerita cinta dengan polisi), orangnya pendiam soalnya. Kalau di rumah diam saja, di rumah paling 3 hari terus berangkat lagi ke Yogyakarta," ucapnya.

Ia pun kembali menyebut, bahwa komunikasi terakhir dengan NA, yakni saat menjelang bulan puasa.

Saat itu, anaknya pulang selama tiga hari.

"Rencana lebaran tuh mau pulang lagi, tapi kemarin saya lihat berita justru anak saya tersandung kasus. Kaget dan masih tidak menyangka sampai sekarang," jelas dia.

Seperti diketahui, NA merupakan perempuan asal Majalengka, Jawa Barat.

Dia diringkus di kediamannya, Potorono, Banguntapan, Bantul pada Jumat (30/4/2021) lalu usai diduga terlibat dalam kasus kematian Naba Faiz, Minggu (24/4/2021) silam.

Bupati Majalengka Turut Bicara

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengaku kaget sekaligus prihatin terhadap warganya yang kini tersandung kasus pembunuhan sate beracun yang menewaskan anak driver ojol di Bantul, Yogyakarta.

Apalagi, kasus sate beracun sudah merenggut nyawa orang.

"Barusan saya mendengar, saya kaget juga itu," ujar Karna Sobahi saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, Selasa (4/5/2021).

Karna Sobahi menyebut, saking mengerikannya kasus sate beracun tersebut, ia menyamakan dengan banyaknya kasus TKW di luar negeri, seperti Arab Saudi.

Baca juga: Keluarga Sebut Nani Apriliani Tak Pernah Terbuka Soal Kisah Asmaranya Termasuk dengan Polisi

Baca juga: Fakta Baru Kasus Sate Beracun, Polisi Buru R, Pria yang Hasut Nani Apriliani Beli Racun Sianida

Yang mana, racun meracuni sangat marak terjadi dengan melibatkan TKW Indonesia. 

"Sudah kaya di Arab Saudi saja, meracuni begitu, bentuknya kaya TKW."

"Saya prihatin, sangat prihatin dengan berbagai kejadian atau kasus-kasus kekerasan, apa itu penjualan orang, pembunuhan seperti meracuni seperti itu," ucapnya.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat tidak mudah mengambil jalan cepat untuk menyelesaikan masalah.

Ia pun sebut, butuh bimbingan orang tua dan lingkungan sekitarnya.

"Saya akan terus mengimbau kepada masyarakat, tapi yaitu tidak mudah kita mengurusi rakyat di Majalengka, tapi tidak terpantau yang berada di luar," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved