Breaking News:

Keluarga Sebut Nani Apriliani Tak Pernah Terbuka Soal Kisah Asmaranya Termasuk dengan Polisi

Sate beracun yang harusnya diberikan ke mantan kekasihnya sebagai anggota polisi, makanan tersebut justru menjadi petaka bagi keluarga driver ojo

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Suasana rumah NA di Majalengka. NA terlibat dalam kasus Sate Beracun yang Tewaskan Anak Pengemudi Ojol di Bantul 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - NA (25), warga asal Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka kini harus berurusan dengan polisi.

Pasalnya, ia menjadi pelaku atas kematian anak driver ojol di Bantul, Yogyakarta setelah memakan sate beracun yang dikirimnya untuk seseorang.

Alih-alih diberikan ke sasaran yang tak lain mantan kekasihnya sebagai anggota polisi, makanan tersebut justru menjadi petaka bagi keluarga driver ojol.

NA pun kini terancam hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.

Saat ditemui di Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, ayah NA, Maman (45) mengatakan bahwa anaknya memang masih berstatus gadis atau single.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Sate Beracun, Polisi Buru R, Pria yang Hasut Nani Apriliani Beli Racun Sianida

Baca juga: LOWONGAN KERJA untuk Lulusan SMA/SMK dari Honda Prospect Motor, Buruan Daftar Terakhir 19 Mei 2021

Ia tidak mengetahui, perkara asmaranya selama ini, terutama dengan polisi yang disebut-sebut menjadi sasaran pengiriman sate beracun tersebut.

"Belum berkeluarga, masih sendiri. Masih gadis keneh," ujar Maman saat berbincang dengan Tribun, Selasa (4/5/2021).

Selain keluarganya tidak mengetahui kisah asmara yang sedang dijalani anaknya, NA dianggap merupakan sosok gadis yang tertutup.

Jarang ayahnya atau anggota keluarga lainnya mendapatkan curhatan hati ketika berada di rumah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved