Info Kesehatan
Manfaat Daun Perilla Bagi Kesehatan, Bisa Obati Penyakit Autoimun Hingga Meredakan Alergi
Daun Perilla yang dikenal sebagai bahan makanan ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Penulis: Mutiara Suci Erlanti | Editor: Mutiara Suci Erlanti
TRIBUNCIREBON.COM- Daun Perilla yang dikenal sebagai bahan makanan ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Pecinta kuline pasti sudah tahu bahwa Daun Perilla sering digunakan sebagai garnish (hiasan) sushi, atau diolah dalam makanan Korea seperti kimchi.
Tak hanya cantik sebagai hiasan, Daun Perilla punya ternyata manfaat untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Apa saja?
Dilansir Tribuncirebon.com dari Hellosehat, berikut manfaat Daun Perilla bagi kesehatan:
Baca juga: Daun Sambung Nyawa Alias Daun Dewa Bisa Obati Kanker Hingga Diabetes, Ini Cara Benar Mengonsumsinya
Perilla merupakan daun yang sering dijadikan sebagai bahan dalam ramuan obat.
Selain itu, Daun Perilla juga bermanfaat sebagai campuran untuk menyedapkan rasa masakan. Tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman basil dari Tiongkok.
Daun perilla punya kandungan nutrisi yang menyehatkan. Dalam 100 gram daun perilla terdapat 37 kalori, 1 gram lemak, 7 gram karbohidrat, 7 gram serat, vitamin C, dan mineral kalsium.
Manfaat daun perilla untuk kesehatan
1. Meredakan reaksi alergi
Daun perilla mengandung senyawa aktif bernama asam rosmarinat. Menurut dr. Steven Bratman, penulis buku Collins Alternative Health Guide, asam rosmarinat bersifat antiradang yang dapat mengurangi gejala alergi.
Daun Perilla bisa membantu meredakan beberapa kondisi alergi seperti alergi kronis, alergi musiman, reaksi alergi akibat makanan (ikan dan kacang tanah), dan alergi sengatan lebah.
Sebuah penelitian dari jurnal Experimental Biology and Medicine pada tahun 2011 menemukan manfaat ekstrak Daun Perilla berpotensi mengurangi gejala alergi seperti pilek serta mata merah dan berair. Namun, pengujian studi ini masih terbatas pada tikus.
2. Mencegah dan menghambat perkembangan kanker
Menurut sebuah penelitian tahun 2012 terbitan International Journal of Nanomedicine, zat perillyl alcohol dalam daun perilla bermanfaat untuk pengobatan kanker.
Zat perillyl alcohol diduga dapat menghambat perkembangan tumor pada kanker kulit. Selain itu, zat ini juga dapat meningkatkan peluang hidup pada hewan ujicoba pengidap kanker hingga 80 persen.
3. Mengobati penyakit autoimun
Peneliti dari University of Maryland Medical Center melakukan penelitian pada hewan coba dengan menggolongkan daun perilla sebagai sumber makanan tinggi asam omega-3.
Omega-3 telah lama dikaitkan manfaatnya untuk mengelola gejala penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan asma.
Pada asma, pengobatan medis menunjukkan hasil yang lebih baik ketika didampingi konsumsi suplemen minyak biji perilla.
Minyak biji perilla juga dapat menghambat pindahnya sel darah putih ke paru-paru dan membantu mencegah anafilaksis (reaksi alergi parah).
Akan tetapi, penelitian manfaat daun perilla untuk penyakit autoimun dan asma pada manusia masih butuh diteliti lebih lanjut.
4. Meredakan stress
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, daun perilla digunakan untuk meredakan gejala stress yang bisa berisiko depresi. Hal ini diperkuat oleh penelitian dari Journal Molecules tahun 2018 yang menguji manfaat ekstrak daun perilla pada tikus yang cemas.
Hasilnya ditemukan bahwa senyawa fenolik dalam daun perilla dapat menimbulkan efek antidepresan pada tikus. Senyawa ini juga dapat menghambat gangguan pemrosesan emosi yang dihasilkan oleh stres di otak tikus.
Jangan lupa untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan daun perilla untuk meraup berbagai manfaat kesehatan.
Daun Binahong
Selain Daun Perilla, daun binahong pun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Tanaman binahong atau anredera cordifolia dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan atau obatan herbal.
Tanaman ini dalam bahasa latinnya, seperti disebut di laman id.wikipedia.org dan laman doktersehat.com, bernama Bassela rubra linn atau dalam bahasa Inggris: disebut Heartleaf maderavine madevine.
Tanaman obat ini banyak tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, dan sudah lama ada di Indonesia.
Tanaman yang konon berasal dari Korea ini dikomsumsi oleh orang-orang Vietnam pada saat perang melawan Amerika Serikat pada tahun 1950 sampai 1970-an.
Baca juga: Jarang Disadari, Makanan Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening Sering Kita Konsumsi, Ini Daftarnya
Tanaman ini dikenal juga di kalangan masyarakat Cina dengan nama Dheng San Chi dan telah ribuan tahun dikonsumsi oleh bangsa Tiongkok, Korea, Taiwan, dll.
Bagian daun dari tanaman inilah yang biasanya dijadikan sebagai obat alami selain dari batang dan umbinya.
Di Indonesia, binahong sudah biasa dipakai untuk berbagai macam obat tradisional di masyarakat sejak zaman dulu bahkan hingga sekarang, meskipun sudah ada obat-obat yang lebih modern.
Prof Elin Yulinah, Guru Besar di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), dilansir dari laman itb.ac.id, mengatakan, binahong memang memiliki khasiat atau manfaat yang sangat beragam dalam mengatasi beragam penyakit.
• Polisi Sikat Perampok Ngaku Debt Collector yang Beraksi di Exit Tol Teluk Mengkudu, Pelaku 6 Orang
• Damri Tambah Bus untuk Rute Terminal Harjamukti Cirebon ke BIJB Kertajati
• Agen Travel Mulai Buka Jasa Angkutan Umum Penumpang Menuju Ke BIJB Kertajati
Hal itu telah dibuktikan melalui beberapa kali uji coba di Laboratorium Farmakologi-Toksikologi, Sekolah Farmasi ITB.
“Kami sudah melakukan lebih dari 13 kali pengujian untuk tanaman binahong,” ujar Prof Elin Yulinah di Labtek VII, Kamis (20/6/2019).
Selain kaya akan khasiat, tanaman merambat ini juga banyak tumbuh di Indonesia.
Bagi yang sudah tahu akan manfaat binahong, biasanya ditanam di pekarangan rumah untuk dijadikan obat herbal karena mengandung anti oksidan yang tinggi.
• Beragam Manfaat Buah Pisang, Pantas Atlet Kerap Terlihat Makan Pisang
Prof Elin menjelaskan bahwa cara pengaplikasian yang paling baik dari tanaman binahong ialah dari konsentratnya.
Sementara secara tradisional juga bisa dilakukan yaitu dengan merebus tanaman tersebut dan air rebusannya bisa diminum langsung.
"Ada juga yang memakan daunnya beberapa helai secara langsung," ujarnya.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan di lab tersebut, ia memaparkan bahwa binahong berkhasiat untuk obat anti tuberculosis, antiobesitas tingkat tinggi berdasarkan hasil ektraksi yang diujikan kepada hewan, kemudian bisa mengatasi hiperlipidemia yang dikombinasikan dengan daun murbei.
Lalu bisa juga menjadi obat anti-inflamasi yang dikombinasikan dengan Centella Asiatica.
“Ada jurnal nasional sebagai anti diabetes, jadi (binahong) bisa disebut juga sebagai anti diabetes, dan sudah ada produknya, yaitu Cordetes yang diproduksi oleh PT Phytochemindo,” ujarnya lebih lanjut.
Selain itu, binahong juga berkhasiat dalam menurunkan efek tekanan darah, sebagai obat antihyperlipidemia, dan memiliki khasiat untuk penghambatan xanthine oksidase.
“Tanaman binahong memiliki khasiat dalam mengatasi gagal ginjal juga, bisa juga untuk asam urat, binahong juga bagus untuk proses penyembuhan luka. Kita juga melakukan uji keamanan pada hewan yang sedang mengandung anaknya (bunting), binahong itu aman jadi tidak menimbulkan kecacatan pada janin," ungkapnya.
• TERUNGKAP Nama Asli Sejumlah Artis Indonesia, Ada Vanessa Angel, Zaskia Gotik, dan Masih Banyak Lagi
Dia memaparkan, dari hasil pengujiannya di lab tersebut sudah dibuat publikasi ilmiah tingkat internasional juga skala nasional.
“Publikasi internasional ada tiga belas, dan satu publikasi nasional serta beberapa presentasi di seminar internasional,” ujar Prof Elin.
Penelitian yang dilakukan olehnya juga berkolaborasi dengan tugas akhir mahasiswa, tesis maupun disertasi.
“Kami juga memeriksa khasiat obat kerjasama dengan industri. Misalnya binahong obat gagal ginjal dan untuk dislipidemia, semuanya sedang dalam tahap kerja sama bersama Kimia Farma Bandung,” tambahnya. (Tribuncirebon.com/Mutiara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/daun-perilla22.jpg)