DPRD Majalengka Sebut Pengembangan Wisata Harus Perhatikan Fungsi Kawasan
Dalam realisasinya, kata Fajar, pembangunan wisata yang dilakukan di kawasan konservasi tidak bisa disamakan dengan yang bukan termasuk kawasan konser
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka terus berupaya mengembangkan sektor wisata.
Terutama di kawasan yang memang memiliki titik geografi yang mendukung, seperti Maja, Argapura dan Cikijing.
Namun pengembangan tersebut diharapkan sejalan dengan fungsi kawasan sebagai daerah konservasi.

Karena itu konsep wisata edukasi lebih tepat dikembangkan di kawasan ini.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Majalengka, M Fajar Sidiq mengatakan, pembangunan wisata yang tengah menjadi primadona hendaknya dilakukan melalui tahapan perencanaan yang matang.
Terlebih untuk pengembangan wisata di kawasan Argapura, Maja dan Cikijing.
“Ini penting untuk diketahui bersama bahwasanya kawasan tersebut merupakan daerah konservasi, sehingga tentu dalam pembangunan ataupun pengembangan wisata mesti memperhatikan fungsi kawasan,” ujar Fajar, Sabtu (17/4/2021).
Dalam realisasinya, kata Fajar, pembangunan wisata yang dilakukan di kawasan konservasi tidak bisa disamakan dengan yang bukan termasuk kawasan konservasi.
Pembangunan wisata disesuaikan dengan fungsi kawasan konservasi atau setidaknya tidak sampai mengganggu apalagi sampai merusak lingkungan.
Baca juga: Kronologi Kapal Bintang Jaya Mandiri Terbakar, 16 ABK Diselamatkan MT Queen Majesty
Baca juga: Kabupaten Indramayu Barat Disetujui DPRD Jabar, Ridwan Kamil: Insya Allah Lancar di DPR RI dan DPD
Baca juga: TKW Asal Jabar Disiksa Majikannya di Malaysia Secara Membabi Buta, Badan Kurus, Tak Digaji 5 Tahun
Pasalnya, pengembangan tersebut harus ada keselarasan antara pembangunan wisata dan fungsi kawasan sebagai wilayah konservasi.
“Sebagaimana fungsinya, pembangunan yang dilakukan lebih dititikberatkan pada wisata edukasi,” jelas dia.
Sementara itu, pemerhati lingkungan, Anggi Priyatno mengatakan, kelestarian lingkungan adalah hal lain yang tidak bisa ditinggalkan dalam pembangunan pariwisata, apalagi di kawasan konservasi.
”Konservasi harus diperhatikan, selain mengelola potensi yang ada seperti hutan menjadi kawasan wisata kelestarian lingkungannya juga harus dipelihara,” ucapnya.
Selain itu, hal yang tak boleh diabaikan dalam pengembangan wisata alam, adalah pemeliharaan daerah kawasan tangkapan dan resapan air.
“Sehingga ketika pengelolaan lingkungan sukses, maka alam akan turut berbanding lurus memberikan andil kemanfaatan bagi masyarakat,” katanya. (*)