Masa Depan Lobster di Indonesia, Komoditas Unggulan yang Menjadi Sumber Devisa Negara

Di pasar global, nilai ekspor benih lobster pada tahun 2020 mencapai 2022 ton dengan nilai 75,25 juta US dollar

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Webinar Masa Depan Lobster di Indonesia digelar Fakultas Perikanan dan Kelautan Unpad. 

1. Tidak ada pembatasan jumlah terhadap penyedia jasa kargo ekspor BBL. Eksportir dapat memilih penyedia jasa kargo yang paling efisien sesuai titik lokasi ekspor terdekat.
2. Memperhatikan pilihan Bandara yang diizinkan menjadi sarana logistic berjumlah terbatas, dan kondisi ekonomi yang sulit saat ini, maka sebaiknya sekalipun seluruh bandara dibuka, namun dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap proses pengiriman BBL.
3. Menghilangkan eksklusifitas/monopoli pelaku usaha dalam pengelolaan kargo.
4. Harga BBL di tingkat pasar harus diatur agar tidak merugikan para nelayan yang menjual BBL dengan harga yang sangat murah, akibat lemahnya posisi tawar mereka.

Namun apabila pemerintah melarang ekspor untuk membiarkan BBL tumbuh dewasa, selama berlaku bagi seluruh pelaku usaha, maka hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Indra Jaya, M.Sc sebagai Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan. Beliau menyampai materi yang bertajuk, “Preskripsi untuk Keberlanjutan”. Tiga hal pokok yang disampaikan oleh beliau adalah jaminan keberlanjutan, situasi saat ini, dan hal yang perlu dilakukan untuk
keberlanjutan budidaya lobster.

Dalam penangkapan sumber daya alam seperti lobster, jika penangkapan sumber daya tersebut melewati batas tertentu maka akan terjadi overfishing dan menimbulkan masalah karena sumber daya tersebut limited.

Namun, jika tingkat penangkapannya tidak melebihi batas, maka perlu regulasi untuk menetapkan batasan jumlah yang diperbolehkan. Salah satu tujuan komnasikan ini yaitu untuk mempertahankan tujuan pengelolaan agar dapat mengakomodasi dan menyeimbangkan bidang konservasi untuk mempertahankan kelangsungan sumber daya dan juga bidang eksploitasi guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.

Oleh karena itu, untuk menentukan kondisi sumber daya perlu memperhatikan tingkat dan laju pemanfaatan, habitat, dan tingkat pengelolaan. Hal yang perlu dilakukan dalam upaya keberlanjutan budidaya lobster yaitu dengan pengelolaan sumber daya berbasis WWP. Hal lain yang perlu dilakukan adalah 1) pendataan
jumlah tangkapan dan besar upaya penangkapan lobster (dewasa) maupun BBL di setiap WWP setiap tahun, serta 2) Riset di biologi untuk mendapatkan parameter seberan frekuensi panjang, sebaran panjang bobot, rerata rasio jantan/betina, fekunditas, SPR, SR, dll.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Bayu Priyambodo, Ph.D, Penulis buku lobster. Beliau menyampaikan bahwa potensi lobster di Indonesia perlu diubah menjadi aset serta menjadi branding negara Indonesia. Pada kesempaatan ini, Bayu juga menyampaikan evolusi teknik budidaya lobster di Vietnam. Beberapa
evolusi yang dilakukan terkait penggunaan keramba dan pakan.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved