Pertamina Balongan Pascaledakan

Hari Ketiga, Api yang Membakar Tangki di Kilang Pertamina Balongan Indramayu Sudah Mengecil

Kepulan asap tebal yang terjadi pada dua hari terakhir pun tidak nampak pada hari ketiga ini.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kondisi PT Pertamina RU VI Balongan, Rabu (31/3/2021) pagi, api mulai mengecil. 

Bau gas tersebut sangat menganggu pernafasan warga sehingga meski tengah malam warga tetap menggelar unjuk rasa.

Rinto S, seorang petugas TNI Angkatan Darat yang berjaga di Desa Sukaurip mengungkapkan, ada sekira 50 warga desa yang menggelar unjuk rasa pada Minggu (28/3/2021) malam, sekira pukul 00.00 WIB.

Baca juga: Malam-malam Mensos Tri Rismaharini Datangi Indramayu, Cek Langsung Kondisi Korban Ledakan Pertamina

Baca juga: Pertamina Masih Investigasi Penyebab Kebakaran Tangki Kilang Balongan, Warga Sempat Protes Bau Gas

"Sebelum ledakan kilang ada puluhan warga semalam demo jam 00.00 WIB. Demo dipicu bau minyak dan gas dari kilang. Demo sampai 00.30 WIB. Tiba-tiba (Kilang Balongan) meledak," ucap Rinto kepada tribunnews.com di Desa Sukaurip, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021).

Ledakan pertama terjadi pukul 00.45 WIB.

Tidak berselang 30 menit, terjadi ledakan kedua yang juga bersumber dari Kilang Balongan.

Desa Sukaurip blok Wisma Jati hanya berjarak 500 meter dari lokasi ledakan Kilang Balongan.

Rinto mengungkapkan, sejak Minggu malam sekira pukul 23.00 WIB, warga Desa Sukaurip resah lantaran pemukimannya diselimuti bau gas dan minyak.

Bau gas dan minyak yang menyelimuti pemukiman warga Desa Sukaurip dikhawatirkan dapat memicu terjadinya sesak nafas.

Kondisi PT Pertamina RU VI Balongan yang terbakar, Senin (29/3/2021) siang.
Kondisi PT Pertamina RU VI Balongan yang terbakar, Senin (29/3/2021) siang. (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Mereka demo menuntut supaya bau gas dan minyak segera diatasi. Dikhawatirkan memicu sesak nafas," jelas Rinto.

Alex (19), warga Desa Sukaurip blok Wisma Jati, menuturkan hal serupa.

Sebelum ledakan Kilang Balongan, warga Desa Sukaurip telah diresahkan bau gas dan minyak yang menurutnya sangat menyengat.

"Ada bau minyak gas menyengat. Semalam kita semua warga diminta keluar rumah karena bau gas minyak itu," ujar Alex kepada Tribunnews.com di lokasi.

Alex juga membenarkan bahwa warga Desa Sukaurip menggelar unjuk rasa di depan kantor Kilang Balongan milik PT Pertamina sebelum ledakan terjadi.

Menurut Alex, demo dipicu bau gas dan minyak yang membuat kebanyakan warga Desa Sukaurip mengalami sesak nafas.

"Semalam kita ribut-ribut dengan Pertamina itu kan, kita minta pertanggungjawaban. Demo karena (warga) pada sakit kan, sesak (menghirup udara yang terkontaminasi gas dan minyak)," ungkap Alex.

Baca juga: Warganet Geram Kebakaran Kilang Minyak Balongan Indramayu Disyukuri Pengguna Facebook Ini dan Viral

Baca juga: Kapolda Jabar Ungkap Penyebab Kebakaran Pertamina RU VI Balongan Indramayu Diduga Karena Hal Ini

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved