Breaking News:

Sopir yang Tabrak Remaja di Indramayu Hingga Tewas Divonis 2 Tahun Penjara, Ayah Korban Tak Terima

Mereka menilai, hukuman vonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Indramayu terlalu ringan.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Aong (46) warga Kota Tanggerang, Banten. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Keluarga siswa SMP yang menjadi korban tabrakan oleh kendaraan mobil dump truck di Kabupaten Indramayu ingin terdakwa, Mastari (61) dihukum seberat-beratnya.

Mereka menilai, vonis hukuman 2 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Indramayu terlalu ringan.

Korban itu diketahui bernama Ulinnuha Al Fitra (16), siswa SMP warga Kota Tangerang, Banten.

Baca juga: Hati Ayah Ini Bergetar Mendengar Pengakuan Sopir Truk yang Tabrak Anaknya hingga Tewas: Saya Hancur

Baca juga: Corona Belum Hilang, Ilmuwan Cina Temukan Virus Baru, 94 Persen Identik SARS-CoV-2, Ini Sumbernya

Baca juga: Ezra Walian Resmi Diperkenalkan Persib Bandung, Mantan Pemain PSM Makassar Ucap Ini

Ia meninggal dunia saat tengah berlibur di kampung halaman orang tuanya di Kabupaten Indramayu.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (28/10/2020) lalu sekitar pukul 13.15 WIB.

"Kurang puas (hukuman 2 tahun) karena dari pengakuan Mastari alias Tari supir dump truk itu terungkap bukan hanya lalai tapi seperti ada unsur kesengajaan," ujar ayah korban Aong (46) kepada Tribuncirebon.com, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Sarah Menzel Bertemu Krisdayanti, Sikap Pacar Azriel Hermansyah ke Mimi KD Menjadi Sorotan

Baca juga: Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta Akan Cair Maret 2021, Anda Termasuk Penerima BLT Karyawan? Ini Cara Ceknya

Aong pun membeberkan fakta-fakta yang seharusnya menjadi pertimbangkan majelis hakim untuk memberatkan hukuman terdakwa.

Pertama, sang sopir lalai dan seperti ada unsur kesengajaan karena tidak membunyikan klakson, tidak mengerem kejadian, dan baru mengerem setelah benturan terjadi.

"Lalu berjalan kelewat ke kanan, melaju lebih dari 40 kilometer/ham padahal sebelumnya mengaku tidak lebih dari itu," ujar dia.

Halaman
1234
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved