Kesehatan
Kanker Payudara dapat Menyerang Kaum Milenial, Kenali Ciri-cirinya, Waspada Bila Ada Benjolan
di Indonesia terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara, dengan jumlah kematian akibat kanker payudara sebanyak 22.430 kasus.
Jika Anda menemukan ada benjolan pada bagian dalam payudara (bisa menempel atau tidak), tidak bergerak, keluarnya cairan dari puting payudara, muncul ruam pada kulit payudara, kulit payudara tertarik dan bersisik - baik pada area sekitar payudara atau pada puting - itu perlu diwaspadai.
Faktanya, hanya 5-10 persen kanker yang diakibatkan oleh faktor genetika.
Sedangkan selebihnya disebabkan oleh lingkungan dan pola hidup.
Oleh sebab itu, adalah suatu keharusan bagi generasi milenial untuk waspada terhadap kanker, dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini kanker.
Bagaimana pun, pola hidup generasi milenial saat ini dapat menentukan kondisi kesehatan mereka 10 hingga 20 tahun mendatang.

Cara deteksi dini kanker payudara
Nadia menuturkan terdapat tiga cara untuk deteksi dini kanker payudara, bisa melakukan periksa payudara sendiri (Sadari), tes USG dan tes mammografi, dan kanker leher rahim dengan tes papsmear.
Periksa payudara sendiri (Sadari) dinilai adalah cara deteksi paling dini dan mudah dilakukan untuk kaum millenial.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan :
1. Amati dengan teliti di depan cermin
Amati payudara Anda di muka cermin, tanpa berpakaian dengan kedua tangan diangkat ke atas kepala.
Perhatikan bila ada benjolan, perubahan bentuk pada kulit dan puting, serta payudara secara keseluruhan
2. Rapatkan telapak tangan hinga payudara menonjol ke depan
Rapatkanlah telapak tangan dengan kuat sehingga payudara menonjol ke depan dan amati kembali apakah ada benjolan, kulit mengerut seperti kulit jeruk atau cekungan seperti lesung pipi dan putih susu yang tertarik ke dalam.
3. Pencet dan urut perlahan