Soal Ridwan Kamil Loncat ke Golkar, Nasdem Majalengka: Setiap Warga Negara Punya Hak Berpolitik
Ketua DPD Nasdem Majalengka, Wawan Darmawan mengatakan bahwa siapapun memiliki hak untuk memilih sikap politiknya.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
"Pintu Golkar selalu terbuka untuk kader yang ingin masuk. Apalagi sosok Kang Emil. Pastinya, kami akan sambut dengan hangat," ujar Nurul saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: Minibus Terjun Bebas dari Atas Jembatan Tol Cipali KM 180, Diduga Ditabrak dari Belakang
Baca juga: Penderita Diabetes Boleh Disuntik Vaksin Covid-19, Cek Gula Darah Sebelum Vaksin demi Keselamatan
Sosok Ridwan Kamil di mata Nurul Arifin merupakan pribadi yang nasionalis dan sangat 'nyunda' banget.
Sehingga, dia beranggapan sah-sah saja jika Kang Emil bergabung dengan Partai Golkar.
"Terlepas apakah itu benar atau tidak, terpenting jika tujuannya ingin turut membesarkan partai dan memiliki visi yang sama dengan Partai Golkar, pastinya tak ada masalah," katanya.
Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, Sukmin Nur Arief membantah kabar Ridwan Kamil merapat ke Golkar.
Dikatakan Sukmin, partai Golkar pun tidak menawarkan jabatan apapun kepada Ridwan Kamil, apalagi sebagai ketua DPD Jabar.
"Tidak, Golkar tidak seperti itu, jangan Geerlah (Ridwan Kamil)," ujar Sukmin, saat dihubungi, Senin (22/2/2021).
Menurut Sukmin, partai Golkar memiliki aturan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dalam menentukan ketua DPD Jabar Golkar.
Baca juga: Isu Ridwan Kamil Merapat ke Golkar Jadi Perbincangan di Indramayu, Ini Kata Pengamat Terkait Isu Itu
Baca juga: Ridwan Kamil Dikabarkan Merapat ke Golkar? Ini Kata Wakil Ketua Partai Golkar Nurul Arifin
"Untuk menjadi seorang ketua DPD, dia harus menjadi kader Golkar minimal 5 tahun dan menjadi pengurus minimal satu periode. Beliau (Ridwan Kamil) kan bukan (kader maupun pengurus). Ya, kader (Golkar Jabar) bakal tersinggung," katanya.
Namun jika Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melobi elit partai di tingkat pusat, kata Sukmin, Kang Emil bisa saja menjadi ketua DPD Golkar Jabar.
"Mungkin saja kan (Emil melobi) langsung ke Jakarta (Golkar di tingkat pusat)," katanya.
Hanya saja, sambung Sukmin, kondisi itu bakal membuat kekecewaan dikalangan anggota partai.
Sebab, kata dia, Kang Emil tidak melalui proses yang sudah (AD/ART) Partai Golkar tersebut.
Apalagi, kata dia, masa kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Jabar yang dijabat Ade Barkah Surahman baru berjalan satu tahun.
"Pak Ade Barkah baru memimpin DPD Golkar Jabar satu tahun," ucapnya.