Breaking News:

Warga di Pelosok Cianjur Ini Bertaruh Nyawa Naik Rakit untuk Menyeberang, Jembatan Gantung Putus

Di sini anak sekolah setiap hari menyeberang sungai dengan rakit, kalau arus sungai sedang naik, maka mereka tidak sekolah karena berbahaya

Istimewa
Warga di Kampung Ciambon, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, hendak menyeberang menggunakan rakit untuk menuju Kecamatan Cikadu karena tak mempunyai fasilitas jembatan. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id/Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Sekitar 100 motor dan puluhan warga di tiga desa di wilayah Naringgul dan Cikadu masih menggunakan rakit untuk beraktivitas karena putusnya jembatan gantung akibat Sungai Ciujung meluap.

Seorang warga, Ridwan (33), yang tinggal di Kampung Padawaras, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, mengatakan ia bersama puluhan warga lainnya harus naik rakit untuk beraktivitas ke Kampung Tugu Desa Karyabakti, Kecamatan Cidaun, Cianjur.

"Ongkosnya relatif, antara Rp 3 ribu sampai dengan Rp 5 ribu untuk sekali jalan," ujar Ridwan melalui sambungan telepon, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno Bertemu, Sebut Bukan Tidak Mungkin Berpasangan di Pilpres 2024

Baca juga: Kakek Tunarungu Kerja Cuci Piring Puluhan Tahun, Upah Disimpan di Karung, Butuh 2 Hari Hitung Uang

Baca juga: SIAP-SIAP Jadwal Pemadaman Listrik di Kuningan Besok, Selasa 23 Februari 2021, Cek Wilayahnya

Ridwan mengatakan, jembatan gantung putus karena banjir Sungai Ciujung beberapa waktu lalu. Ridwan berharap pemerintah daerah maupun pusat bisa terjun dan memberikan bantuan ke pelosok.

Seorang warga lainnya, Indra Riana Rosid (30) yang tinggal di Kampung Ciambon, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, mengatakan dari kampungnya menuju Kampung Cipicung, Desa Sukaluyu , Kecamatan Cikadu, memang belum ada akses jembatan.

Sejak dulu warga dan anak sekolah setiap harinya menggunakan rakit untuk menyeberang sungai

"Di sini anak sekolah setiap hari menyeberang sungai dengan rakit, kalau arus sungai sedang naik, maka mereka tidak sekolah karena berbahaya," katanya.

Indra berharap adanya bantuan pembangunan jembatan karena sejak ia lahir di desanya tersebut belum ada jembatan gantung untuk menyeberang.

"Bayar rakit relatif, bisa seiklhlasnya tergantung yang naik rakit," katanya.

Indra mengatakan, selain jembatan, infrastruktur di Desa Margasari, Kecamatan Naringgul juga dalam kondisi hancur rusak parah.

Jalan kabupaten menuju desa, kata Indra, masih berupa tanah, yang berdebu ketika musim kemarau dan berlumpur ketika musim hujan.

"Mobil kecil kalau tak off-road tak bisa masuk, sekelas truk pun banyak yang terjebak lumpur," kata Indra.

Indra mendengar pihak desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan jalan terutama di Kampung Cibiru-Cikamuning-Pasirjambu yang sering rusak jalannya dan banyak mobil terjebak lumpur.(fam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved