Breaking News:

Kapolda Jabar Resmi Copot Jabatan Kompol Yuni sebagai Kapolsek Astana Anyar karena Kasus Narkoba

Pencopotan Kapolsek Astana Anyar itu tertuang dalam surat telegram Kapolda Jabar dengan nomor ST/267/II/KEP/2021

Editor: Mumu Mujahidin
TribunJabar.id/Daniel Andreand Damanik
Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi kini menjabat sebagai Kapolsek Astanaanyar Kota Bandung. Kapolda Jabar Resmi Copot Jabatan Kompol Yuni sebagai Kapolsek Astana Anyar karena Kasus Narkoba 

"Mudah-mudahan bukan Bunda yang tertangkap. Saya berharap berita (itu) hoaks, karena Bunda sangat mumpuni di mata warga, " ujar seorang warga RW 07, dikutip dariTribunJabar.id.

Sementara itu, warga lainnya berharap agar Kompol Yuni bisa sabar.

Apa yang terjadi pada Kapolsek Astana Anyar itu disebut sebagai cobaan.

"Bunda sing sabar menghadapi cobaan, ya. Mudah-mudahan bunda tetap semangat dan bangkit," ujar seorang warga.

Camat Kaget dan Tidak Percaya

Kompol Yuni yang dikenal baik di mata warga juga langsung membuat kaget Camat Astana Anyar, Syukur Sabar saat dimintakan tanggapannya oleh Tribunjabar.id.

Melalui ponselnya, Syukur Sabar mulanya mengaku belum mengetahui kasus narkoba yang menimpa Kompol Yuni.

Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi
Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Kemudian Syukur Sabar pun mengungkapkan perasaan kagetnya dan mengatakan sempat tidak percaya.

"Saya kaget mendengarnya, tidak menduga dan tidak percaya, ah. Sehari -hari biasa-biasa saja bekerja penuh kinerja," ujarnya melalui sambungan telepon.

Selama ini, Kompol Yuni dikenal memiliki kinerja yang baik.

Bahkan, selama pandemi Covid ini ia rajin untuk sosialisasi protokol kesehatan.

"Selama pandemi Covid ini, beliau berkeliling ke warga bersama-sama untuk menyosialisasikan protokol kesehatan dan beliau juga dekat dengan masyarakat," ujar Syukur Sabar.

Baca juga: Prestasi Moncer Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Saat Berantas Narkoba, Pada 2015 Ungkap 137 Kasus

Setumpuk Prestasi Kompol Yuni

Kompol Yuni sebenarnya punya sederet prestasi, terutama dalam hal mengungkap kasus narkoba.

Bahkan, demi melakukan penangkapan, ia sering menyamar dan bertransaksi dengan para bandar narkoba.

Polwan angkatan 1989 itu mengatakan, ketika menyamar ia memang tidak mudah dikenali.

Kompol Yuni memang kerap berpakaian nyentrik.

Dia sendiri yang mengaku kerap mengenakan kaus, celana levis bolong, dan sepatu converse.

"Sering ketemu berdua (dengan bandar narkoba), pas barangnya sudah dikeluarin langsung kami lakukan penangkapan, sering sekali gontok-gontokan kayak petinju, sampai masuk got malah," katanya, dikutip TribunJabar.id dari TribunnewsBogor.com.

Wanita kelahiran Porong, Sidoarjo, 23 Juni 1971 ini pernah bercerita mengenai salah satu aksi yang dilakukannya dalam memberantas narkoba pada 2019.

Baca juga: SOSOK Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni, Sebetulnya Dia Polwan Jempolan, Lihai Nyamar Tangkap Target

Saat itu, dia menjabat sebagai Kanit 3 Sub Dit 2 Dit Narkoba Polda Jabar.

Adapun kasus yang diungkapnya adalah kasus peredaran kokain di Bogor.

Bersama sejumlah personel jajaran Polda Jabar, ia berhasil menangkap dua orang pelaku yang membawa narkotika jenis kokaina atau kokain di Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2019).

Untuk menangkap kedua pelaku, Kompol Yuni bersama personel lainnya melakukan metode undercover atau menyamar selama tiga hari di Cengkareng hingga Kabupaten Bogor.

Hasilnya, pelaku berinisial AS dan YA ditangkap.

Awalnya, AS dulu yang ditangkap pada 30 Maret 2019 pada pukul 16.00 WIB di rumahnya di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kompol Yuni mendeklarasikan masyarakat Kota Bandung anti hoax, Senin (12/3/2018).
Kompol Yuni mendeklarasikan masyarakat Kota Bandung anti hoax, Senin (12/3/2018). (TRIBUN JABAR / DANIEL ANDREAND DAMANIK)

Dari AS, polisi menyita 20 gram kokain.

Setelah kasus itu dikembangkan, polisi pada akhirnya juga bisa meringkus YA di dekat sebuah minimarket di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sekira pukul 20.00 WIB.

"Kami membuat janji dengan pelaku untuk membeli kokain tersebut. Kami pancing dengan cara kami sendiri dan mereka sama sekali tidak tahu bahwa kami polisi," kata Kompol Yuni, Selasa (9/4/2019) kepada wartawan TribunJabar.id.

Lebih lanjut, saat itu Yuni mengatakan, harga dari kokain itu adalah Rp 50 juta dan diduga akan diedarkan di wilayah Gunung Putri karena banyaknya villa di daerah tersebut.

Dikatakannya, kokain adalah jenis narkotika kelas atas (high class).

"Tapi karena ini narkotika kelas atas dan mahal, maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengonsumsi. Ternyata di wilayah Jabar ada transaksi kokain, selama ini tidak ada. Kami masih melakukan pengembangan, pengakuan pelaku bahwa barang tersebut berasal dari Jakarta," katanya.

Proses penangkapan pelaku tersebut ternyata tak mudah.

Yuni berujar, ia dan timnya mendapat perlawanan secara fisik, tapi prinsipnya mereka tidak ingin targetnya lepas.

"Ya, biasalah, namanya juga orang, ya, tidak mau ditangkap, tapi kami tidak mau melepas target," katanya.

Baca juga: Sering Ungkap Kasus Narkotika, Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Kini Diduga Terlibat Kasus Narkoba

Tangkap Kapolsek dan 11 Anggota

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, totalnya ada 12 anggota yang ditangkap, termasuk Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni.

"Soal apakah semuanya anggota Polsek Astana Anyar sedang didalami," ucap

Saat ini tulisan ini dibuat, mereka sedang diperiksa Propam gabungan.

"Barang bukti tidak ada. Tapi, ada satu kasus yang ditangani oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar yang satu kasus awalnya, itu memang ada barang buktinya.

Tapi yang di polsek itu tidak ada dan kebetulan ada beberapa orang yang positif setelah dicek urinenya, ini yang akan didalami," ucap Erdi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved