Breaking News:

Petugas Damkar Semprotkan Disinfektan di Taman Kota, Pengunjung Langsung Bubar Saat Berkerumun

Upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid19 di Kuningan itu dilakukan terus menerus oleh petugas pemadam kebakaran

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Petugas Damkar Kuningan semprot cairan disinfektan di kawasan taman kota Kuningan, Minggu (14/2/2021). 

 Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kuningan itu dilakukan terus menerus oleh petugas pemadam kebakaran, melalui penyemprotan cairan disinfektan.

Seperti  yang dilakukan di kawasan taman kota Kuningan, aksi penyemprotan itu kontan membubarkan warga yang berkerumun di lokasi Taman Kota Kuningan, Minggu (14/2/2021).

"Pembubaran kerumunan warga dilakukan petugas damkar dengan menyemprotkan cairan disinfektan menggunakan satu unit kendaraan pemadam kebakaran," kata Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi kepada wartawan.

Baca juga: Akhir Pekan, Area Terbuka di Kuningan Termasuk Taman Kota Dipadati Pengunjung

Menurutnya, banyaknya orang yang berkerumun di sekitar Taman Kota kuningan pada Minggu pagi ini mulai pukul 07.30 siang tadi. Sehingga lokasi sekitar pun di hawatirkan menjadi media penyeberan Covid19.

"Kami langsung antisipasi jika paparan terjadi akibat kerumunan terhadap bahaya virus Corona, kemudian lakukan semprotkan cairan disinfektan," katanya.

Sebelumnya menyemprotkan cairan disinfektan kata Khadafi, pihaknya terlebih dahulu memberikan peringatan kepada warga yang ada di Taman Kota Kuningan untuk meninggalkan lokasi.

"Jadi sebelum kami semprot kami beri peringatan dulu untuk meninggalkan lokasi taman kota, baru setelah itu kami semprot seluruh area taman kota dengan disinfektan," ujarnya.

Khadafi mengaku tiap Minggu pagi di lokasi tersebut memang seringkali terjadi kerumunan. Hal itu disebabkan oleh tingginya minat warga yang ingin datang ke Taman Kota Kuningan yang telah selesai direvitalisasi.

"Memang tiap Minggu ini selalu ada kerumunan makanya sudah 1 bulan ini kami rutin melakukan penyemprotan di Minggu pagi untuk membatasi kerumunan warga," ungkap Khadafi.

Upaya pembubaran kerumunan dengan menyemprotkan cairan disinfektan itu dianggap efektif," katanya.

Terpisah Juru Bicara Satgas Covid19 Kuningan, Agus Mauludin melaporkan data paparan Covid19 di Kuningan per Minggu (13/2/2021) sebagai berikut. Untuk total kasus terkonfirmasi Covid19 itu ada sebanyak 3136 orang, dengan jumlah Discarded ada sebanyak 2674 orang dan masih karantina ada 398 orang.

"Selama Pandemi Covid19, jumlah kasus meninggal ada 64 orang dan kasus ini dari Laki-Laki  ada sebanyak 1548 orang dan Perempuan ada 1588 orang," katanya.

Sementara untuk kasus kontak erat total ada  4519 orang dan  Discarded ada 4222 orang, serta masih karantina ada 297 orang.

 "Dalam kasus kontak erat itu dari Laki-laki ada 2144 orang dan Perempuan ada 2375 orang," katanya. (*)

Baca juga: Stasiun Cirebon Sediakan Layanan Pemeriksaan GeNose C19, KAI : Total Jadi 8 Stasiun Kereta

Baca juga: Muhammadiyah Tanggapi Begini Soal Din Syamsudin Dilaporkan Gerakan Anti Radikalisme ITB ke KASN

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved