Seusai Disuntik Vaksin Covid-19, Ada Nakes di Tasikmalaya yang Pusing Muntah serta Mengantuk Terus
Kondisi tersebut sempat membuat waswas sejumlah nakes. Namun setelah 24 jam, efek samping tersebut hilang.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Pasca vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tasikmalaya, muncul efek samping.
Gejala yang muncul antara lain muntah-muntah, panas dingin (meriang), pusing serta mengantuk ingin terus tidur.
Kondisi tersebut sempat membuat was-was sejumlah nakes. Namun setelah 24 jam, efek samping tersebut hilang.
"Iya, sempat ada efek samping yang sempat membuat cemas nakes yang mengalaminya. Namun mereka akhirnya lega karena setelah 24 jam hilang," kata seorang nakes di Puskesmas Tinewati, Singaparna, Sabtu (13/2).
Baca juga: Jalan Sukamantri–Panawangan Tertimbun Longsor, 30 Rumah di Mekarwangi Terdampak Gerakan Tanah
Baca juga: LIVE Susunan Pemain Leicester City Vs Liverpool, Tayang Sesaat Lagi di Mola TV, Debut Ozan Kabak
Baca juga: Ingat Mulai Besok Calon Penumpang di Stasiun Bandung Bisa Pakai GeNose C19 untuk Syarat Naik KA
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (Dinkesdalduk) Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi, membenarkan hal itu.
"Memang ada yang meriang, muntah-muntah, bahkan ngantuk terus serta pusing. Tapi tidak lama, hanya seharian," kata Atang.
Dengan adanya efek samping yang dialami para nakes dan dalam sehari sudah hilang, diharapkan membuat lega calon penerima vaksin.
"Mungkin itu hanya sugesti, sehingga pusing atau ngantuk. Tahan saja karena dalam sehari hilang," ujar Atang.
Sudah 70 Persen
Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama dengan sasaran tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tasikmalaya berjalan lancar.
Sejauh ini Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (Dinkesdalduk) Kabupaten Tasikmalaya mencatat sudah sekitar 70 persen nakes menjalani vaksinasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkesdalduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 masih pada tahap pertama.
"Masih pada tahap pertama dan alhamdulillah berjalan lancar serta sudah 70 persen nakes menjalaninya," kata Atang, Sabtu (13/2).
Menurut Atang, jika pelaksanaan vaksinasi terhadap nakes berjalan lancar hingga 100 persen, barulah dilakukan tahap kedua.
"Sasarannya masih sama dengan tahap pertama yakni unsur Forkompimda serta nakes. Rencananya akan dimulai tanggal 16 Februari," ujar Atang.
Pasalnya, setiap peserta vaksinasi harus menjalani suntikan vaksin yang sama dua kali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/vaksinasi-di-puskesmas-leuwimunding-2.jpg)