Sambut Imlek, Kue Keranjang di Majalengka Kembali Hadir, Makanan Khas yang Ada Cuma Setahun Sekali

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kue keranjang juga hanya diproduksi ketika menjelang perayaan Imlek.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Suasana pembuatan kue keranjang yang dianggap legendaris karena sudah ada sejak tahun 1976 yang berada di Kecamatan Jatiwangi. 

Kue keranjang yang dibuat di sana dikenal juga memiliki daya tahan lama hingga mencapai satu tahun lebih.

Menurut Ibang, hal itulah yang membuat kue keranjang buatan Nyonya Pen Sun melegenda di Kabupaten Majalengka.

"Yang membedakan bisa awet sampai satu tahun lebih karena prosesnya dikukus 10 jam, makanya kuat sampai satu tahun," ucapnya.

Namun, Ibang menjelaskan, kue keranjang yang Ia buat akan mengeluarkan jamur pada bagian luarnya jika tidak dikonsumsi dalam waktu lama.

Meski begitu, kue keranjang tersebut tetap bisa dikonsumsi.

"Cuma memang kalau kue ini nanti bagian luarnya akan bulukan kalau kelamaan, itu karena dari gula jawanya. Tapi yang buluk bagian luarnya saja, dalamnya masih bagus dan bisa dimakan. Rasanya juga tidak berubah," jelas dia.

Beberapa hari jelang hari raya Imlek ini, kata Ibang, pesanan kue keranjang di tempatnya sudah sangat banyak.

Pesanan biasanya Ia terima satu bulan sebelum hari raya Imlek.

Ibang mengatakan, menjelang Imlek biasanya bisa membuat 1,5 hingga 2 ton kue keranjang.

Kue keranjang itu dipesan oleh masyarakat dari berbagai daerah seperti Bandung dan Sumedang.

"Pesanan bisa 2 ton kalau untuk Imlek, yang belinya banyak dari Bandung, Sumedang dan Majalengka sendiri seperti Kadipaten dan sekitarnya. Tapi kalau sekarang pandemi ini kayaknya sih berkurang pesanannya," kata Mang Ibang.

Ibang sendiri menjual kue keranjang seharga Rp 35 ribu untuk satu kilogramnya dengan isi tiga hingga empat buah. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved