Breaking News:

Ratusan Tenaga Kesehatan di Kuningan Batal Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Pertama, INI Alasan Dinkes

Ratusan tenaga kesehatan ( nakes) di Kabupaten Kuningan, batal menjalani suntik vaksin Covid-19. Hal itu menyusul akibat kesehatan yang menjadi alasa

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Ratusan Tenaga Kesehatan di Kuningan Batal Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Pertama, INI Alasan Dinkes, Rabu (3/2/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN -  Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kuningan, batal menjalani suntik vaksin Covid-19.

Hal itu menyusul akibat kesehatan yang menjadi alasan para nakes batal divaksinasi.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Susi Lusianti disela kegiatan penyuntikan tenaga kesehatan di RS Linggajati, Kuningan, Rabu (3/2/2021).

Susi menyebut bahwa kegagalan nakes di vaksinasi itu ada sebanyak 603 orang.

Mereka yang batal disuntik vaksin terdiri dari 298 nakes dengan alasan penundaan dan sebanyak 305 nakes yang tidak diberikan suntik vaksin.

Sakit Kepala dan Kelelahan Hampir Sebulan? Awas Bisa Jadi Itu Long Hauler Covid, Gejala Baru Corona

KABAR GEMBIRA, Liga 1 2021 Akan Segera Dimulai, Polri Sudah Beri Lampu Hijau Kompetisi Bergulir

"Alasan penundaan karena hipertensi atau penyakit gulanya (Diabetes) sedang tinggi. Selain tadi, gagal vaksin diberikan kepada yang pernah positif corona juga sedang menyusui atau ibu hamil," katanya.

Mengenai jumlah yang sudah di vaksinasi ada sebanyak 1.253 orang, dari sebelumnya menargetkan, proses vaksinasi tahap awal kepada 3.860 nakes.

"Untuk nakes targetnya 3.860 orang, namun baru ada sebanyak 1.253 nakesbyang disuntik dan mudah mudahan minggu ini selesai," kata Susi.

Melihat efektivitas vaksinasi untuk mencegah penularan virus corona, ini baru bisa diketahui tiga bulan setelah penyuntikan kedua.

"Vaksin ini bisa dilihat efektivitasnya setelah penyuntikan kedua, atau 3 bulan kedepan dari reaksi tersebut. Kemudian untuk masyarakat sendiri baru akan mendapat vaksin nanti di bulan April tahun sekarang," katanya. (*)

Tempat Pesugihan di Kuningan Tanpa Kuncen, Asli Bukan Hoax, Dipercaya Dihuni Siluman Ular Perempuan

Panji Petualang Digigit Ular King Kobra Garaga, Kejadiannya Mengerikan Terekam Kamera, Ini Videonya

Ribuan Nakes Ikut Gebyar Vaksinasi

Ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Barat mengikuti kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB. Kegiatan yang merupakan tahap lanjutan dari program percepatan vaksinasi nasional, diselenggarakan selama dua hari mulai Rabu (3/2/2021) - Kamis (4/2/2021).
Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 hari ini, merupakan lanjutan dari pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi para nakes yang telah diselenggarakan beberapa hari lalu, dan serentak dilaksanakan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Uu menuturkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, selain melibatkan rumah sakit pemerintah, dalam hal ini Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pelaksanaan Gebyar Vaksinasi Covid-19, tetapi juga terdapat partisipasi dari rumah sakit swasta, dengan demikian diharapkan pelaksanaan percepatan vaksinasi berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditentukan.
"Sejauh ini tidak ada masalah yang berarti dan semua berjalan lancar, kecuali mereka (nakes) yang datang, ada yang belum memenuhi persyaratan, semisal memiliki tekanan darah tinggi, dan itu merupakan hal lumrah yang dialami bagi mereka yang pertama kali di suntik, bahkan beberapa pejabat lain juga mengalami itu, tapi setelah beberapa saat, sekitar 20-30 menit istirahat, tekanan darahnya normal lagi dan bisa di vaksin" ujarnya dalam sesi konferensi pers Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Sabuga Bandung, Selasa (3/2/2021).
Uu menjelaskan bahwa, vaksinasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka memutus rantai penularan covid-19 di Jawa Barat. Dimana sebelumnya, upaya antisipasipatif protokol kesehatan lainnya telah dilaksanakan hingga saat ini, diantaranya penerapan pola hidup bersih sehat dan gerakan 3M.
Dengan demikian pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meyakini bahwa, tidak ada keputusan dari Pemerintah yang diambil pemerintah, kecuali bertujuan untuk kebermanfaatan dan kemaslahatan masyarakat.
"Untuk itu, seandainya ada isu-isu di media sosial tentang bahaya dan efek samping dampak negatif dari di vaksin ini, maka hari ini kami yakinkan dan sudah sekian kalinya kami yakinkan bahwa tidak ada dampak negatif dan bahaya yang ditimbulkan dari vaksinasi covid-19 ini. Bahkan, mereka (nakes) dan saya, juga para pejabat daerah lain yang sudah divaksin dua kali, tidak ada masalah yang muncul hingga saat ini," ucapnya.
Oleh karena itu, Uu meminta agar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menghentikan melakukan upaya menakut-nakuti masyarakat, dengan menyebarkan informasi yang tidak benar terkait vaksinasi covid-19. Sebab, menurutnya bila masyarakat enggan atau takut untuk divaksinasi, maka dikhawatirkan pandemi covid-19 di Indonesia, khususnya Jawa Barat tidak akan pernah benar-benar berakhir.
"Untuk itu, saya imbau untuk stop, tolong hentikan upaya menakut-nakuti masyarakat, karena tidak ada manfaatnya. Jangan menyengsarakan orang lain, karena kalau masyarakat tidak mau di vaksin, kemudian berlalu, maka Corona ini khawatir tidak akan berakhir. Apalagi pandemi ini erat kaitannya dengan PSBB, maka akan semakin panjang dampak sosial yang akan dirasakan masyarakat," ujar Uu.
Ia pun menambahkan, pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Jawa Barat menjadi role model bagi penyelenggara serupa di Provinsi lainnya di Indonesia. Selain karena dapat dilakukan serentak di 27 kabupaten/kota, tapi juga dalam hitungan jam sudah sekian ribu nakes yang telah dilakukan vaksinasi. 
"Kami menyakini vaksinasi tahap pertama bagi nakes ini dapat selesai tepat waktu, dua hingga tiga minggu kedepan, dengan jumlah 150 ribu SDM kesehatan di Jawa Barat. Setelah SDM Kesehatan selesai, selanjutnya giliran masyarakat Jawa Barat hingga satu tahu kedepan, dengan perkiraan presentase 80% atau 33,5 juta penduduk, Insya Allah pandemi ini bisa kita selesaikan bersama," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RSHS Bandung, dr. R. Nina Susana Dewi mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadikan RSHS Bandung sebagai koordinator penyelenggara kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Sabuga.
Meski demikian, dengan jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat yang luar biasa, dirinya sempat khawatir akan menganggap sebuah beban dari kepercayaan yang telah diberikan pemerintah. Namun, seiring koordinasi dan sinergitas, serta penyusunan strategi solutif, maka pelaksanaan vaksinasi covid-19 tahap pertama di Jawa Barat sejauh ini berjalan sesuai harapan.
"Kita terus berupaya memperbaiki apa yang belum baik melalui evaluasi, termasuk koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga dengan Pemerintah Daerah di kabupaten/kota untuk dapat menyelaraskan dan menyukseskan kegiatan vaksinasi covid-19 tahap pertama bagi tenaga kesehatan hingga saat ini, katanya. (Cipta Permana).
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved