Peneliti LAPAN Ungkap Penyebab Longsor Cimanggung Sumedang Berdasarkan Data Citra Satelit

Peneliti Madya LAPAN, Atriyon Julzarika mengungkapkan penyebab terjadinya longsor di Cimanggung Sumedang yang menewaskan puluhan orang, dalam FGD

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/M Syarif Abdussalam
Peneliti Madya LAPAN, Atriyon Julzarika mengungkapkan penyebab terjadinya longsor di Cimanggung Sumedang yang menewaskan puluhan orang, dalam Forum Group Discussion (FGD) Tim Intelijen Penanggulangan Bencana, Selasa (3/2/2021). 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan, mengatakan pihaknya kini fokus merelokasi 131 keluarga dari lokasi yang terdampak dan terancam longsor tersebut.

Terdapat dua opsi relokasi, katanya, yakni membangun perumahan permanen untuk para korban di lahan tanah milik desa dan pembangunan di sebuah perumahan.

Jika relokasi dilakukan di tanah kas Desa Tegalmanggung, maka memerlukan pembebasan lahan, membutuhkan waktu minimal satu tahun, fasilitas umum belum terbangun, anggaran sampai Rp 57 miliar, dan kurang diminati warga karena lokasi jauh dengan jalan raya.

Opsi kedua adalah membangun hunian tetap di lokasi perumahan el Hago tanpa perlu membebaskan lahan, fasilitas umum sudah tersedia, pembangunan hanya selama dua bulan, anggaran Rp 19 miliar saja, dan sangat diminati warga.

"Kami juga berupaya agar lahan yang terdampak longsor tidak dihuni tapi tetap produktif. Supaya bisa dirawat juga oleh masyarakat sekitar," katanya.

Cerita Junaeni, Janda Pedagang Gorengan Saat Rumah Ambruk Akibat Longsor, Nangis-nangis Minta Tolong

Tempat Pesugihan di Kuningan Tanpa Kuncen, Asli Bukan Hoax, Dipercaya Dihuni Siluman Ular Perempuan

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved