Breaking News:

Cerita Junaeni, Janda Pedagang Gorengan Saat Rumah Ambruk Akibat Longsor, Nangis-nangis Minta Tolong

Junaeni (50), korban rumah ambruk akibat longsor yang terjadi di Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kuningan langsung syok

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi Longsor 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Junaeni (50), korban rumah ambruk akibat longsor yang terjadi di Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kuningan langsung syok usai melihat rumahnya hancur.

Janda yang berprofesi sebagai pedagang gorengan ini merasa sangat  terpukul karena rumah satu-satunya untuk bernaung kini butuh perbaikan.

"Sewaktu kejadian saya merasa takut, apalagi waktu itu saya dan si bungsu berada di rumah.

Baca juga: Sebuah Rumah Ambruk di Kuningan Akibat Longsor yang Terjadi saat Curah Hujan Tinggi

Baca juga: Jembatan Ambruk di Perbatasan Kuningan - Cirebon, Akses Warga di Kawasan Ambruk

Baca juga: Kata Aparat Soal Tempat Pesugihan Ngipri Siluman Ular di Kuningan Tanpa Kuncen Ramai Didatangi Warga

Kejadiannya, pas waktu hujan turun besar," ungkap Juju sapaan akrab Junaeni saat ditemui tak jauh dari rumahnya , Selasa (2/2/2021).

Saat sebelum rumahnya ambruk, Juju mengaku setiap sore itu menyiapkan bahan baku untuk pembuatan adonan gorengan.

Hal itu dilakukan sebagai kebiasaan dan mengisi waktu sore di rumah sebagai persiapan jualan gorengan di lingkungan Kantor desa.

"Iya, pas kemarin hujan gede. Saya tiba - tiba malas menyiapkan bahan baku untuk jualan besok.

Dari sana, hujan terus menerus dibarengi petir, terus terjad mati lampu," ujarnya.

Sementara, masih kata Juju menceritakan, bangunan yang sebelumnya diketahui sudah terlihat retak. Di susul dengan puing bangunan berserakan itu awal diketahui anak bungsunya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved