Ada Pandemi Covid-19, Perusahaan Besar Sibuk PHK Karyawan, Pengusaha Kecil Ini Malah Nambah Karyawan
Namun, hal itu tidak berlaku bagi Gilang Permana Kencana (26), pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) brand fashion Motzint Original .
"Ya, waktu pembuatannya termasuk penjemuran memakan waktu sekitar 5 jam. Best seller kerupuk kulit pisang kami itu ialah yang varian balado hingga meraup Rp 30 juta bulan ini," ujarnya.
Ternyata, Putri mengaku usaha olahan kulit pisangnya ini sempat mengalami kegagalan saat pertama membuatnya dahulu.
Butuh waktu enam bulan, kata Putri, untuk akhirnya mereka dapat menemukan formula yang tepat dalam membuat kerupuk kulit pisang.
"Enam bulan itu kami trial error. Setelah itu alhamdulillah orang pada suka dan penjualannya pun banyak. Awalnya saya biasa jual ke teman-teman UKM serta ketika ada perkumpulan-perkumpulan," katanya.
Kerupuk kulit pisang yang diberi nama Kulpis ini waktu pertama penjualan dihargai Rp 8 ribu tetapi sekarang sudah berjalan dua tahun sudah naik harganya menjadi Rp 15 ribu untuk ukuran kemasan 105 gram.
"Sehari itu kami bisa produksi sebanyak 50 kilogram. Tetapi, sekarang berhenti produksi karena cuaca musim hujan dan kami produksi banyak itu saat musim kemarau," katanya.
Selama dua tahun ini, Putri mengaku memiliki sebanyak 11 orang pegawai dengan membagi menjadi dua sif.
Saat ini di musim hujan, Putri berfokus untuk menghabiskan stok yang tersedia sampai Desember.
Selanjutnya, pada 2021, dia berkeinginan untuk menembus pasar warung-warung dengan membuat kemasan yang lebih terjangkau, misalnya kemasan makanan ringan anak-anak.
"Sekarang kami sudah kirim ke berbagai wilayah, seperti Cianjur, Bogor, Cirebon, hingga Bandung. Lalu, ada juga ke Pekanbaru dan Padang. Kalau luar negeri kami sudah kirim ke Malaysia, sedangkan Kanada, Filipina, dan Arab Saudi baru sebatas ada penawaran," ujarnya.
Ia mengaku kini omzet bersih yang didapatkan mencapai Rp 20 sampai 25 juta per bulan.
Korban PHK yang Ulet, Hadirkan Sisi Gunung, Tempat Nongkrong Sejuk di Kaki Gunung Putri Lembang
Menghabiskan waktu di alam terbuka menjadi cara banyak orang untuk menenangkan pikiran.
Apalagi di masa pandemi Covid-19, banyak wisatawan yang lebih memilih ruang terbuka dengan pemandangan alam ketika akan berlibur bersama keluarga.
Wilayah Lembang, Bandung, menjadi tujuan favorit bagi wisatawan ketika berlibur kesini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/gilang-permana-kencana-motzint-original.jpg)