Ada Pandemi Covid-19, Perusahaan Besar Sibuk PHK Karyawan, Pengusaha Kecil Ini Malah Nambah Karyawan
Namun, hal itu tidak berlaku bagi Gilang Permana Kencana (26), pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) brand fashion Motzint Original .
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Selama pandemi Covid-19 banyak perusahaan besar yang terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya demi menyelamatkan keuangan perusahaan.
//
Namun, hal itu tidak berlaku bagi Gilang Permana Kencana (26), pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) brand fashion Motzint Original .
Gilang mengakui pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini, turut berpengaruh signifikan terhadap bisnis yang sudah dibangunnya sejak 2014.
"Tahun lalu toko offline terpaksa tutup. Penjualan ke luar kota tidak jalan. Reseller juga sama kondisinya, tidak bisa menjual barang," ujar Gilang, saat dihubungi, Minggu (22/1/2021).
Baca juga: Punya Duit Rp 60 Jutaan Beli Mobil Apa ya? Bisa Dapat Mobil Tahun 2000-an Nih, Mau SUV atau MPV?
Baca juga: Nathalie Holscher Dikabarkan Keguguran, Kondisi Istri Sule Terekam Video TiKtok Bareng Putri Delina
Baca juga: Harga HP Samsung Akhir Januari 2021: Samsung Galaxy M31, A12, Galaxy S20+ Hingga Galaxy Z Flip
Gilang mengaku sempat berpikir untuk merumahkan karyawannya demi menjaga keuangan perusahaan.
Namun, niatnya itu urung dilakukan setelah melakukan sejumlah inovasi dalam penjualan.
Jika dulu ia fokus mengandalkan penjualan Motzint secara offline di toko, sekarang ia menjaring ceruk pendapatan melalui daring memanfaatkan beberapa marketplace.
"Tadinya mau PHK, tapi pegawai kan punya keluarga juga. Kasihan. Makanya saya coba pelajari bisnis di online, marketplace dan lain-lain. Alhamdulillah ada hasilnya, saya juga tidak merumahkan atau mem-PHK pegawai," katanya.
Karyawan yang biasanya berjaga di toko akhirnya dialihkan untuk mengurus pembelian secara daring. Ada 15 orang yang bertugas di bagian ini untuk menjaga sekitar 500 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia.
Bahkan, untuk bagian produksi ia menambah pegawai sekitar 40 penjahit baju, celana hingga jaket.
"Dari menjelang akhir tahun kemarin, penjualan konsisten di angka 10 ribu barang terjual," katanya.
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengapresiasi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terus berinovasi di tengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
"Ya, saya optimistis lah industri kreatif, industri fashion tetap bisa berkembang,” ujar Yana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/gilang-permana-kencana-motzint-original.jpg)