Selasa, 12 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Ada Pandemi Covid-19, Perusahaan Besar Sibuk PHK Karyawan, Pengusaha Kecil Ini Malah Nambah Karyawan

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Gilang Permana Kencana (26), pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) brand fashion Motzint Original . 

Tayang:
Editor: Fauzie Pradita Abbas
tribunjabar/nazmi abdurrahman
Gilang Permana Kencana (26), pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) brand fashion Motzint Original. 

Pemerintah, kata Yana, sedang berupaya mendorong pelaku UMKM agar terus berkembang dengan memberikan berbagai program, termasuk bantuan modal.

"Pada dasarnya kami memberikan apresiasi dan memberikan semangat bagi masyarakat yang tetap optimistis dan terus berinovasi di tengah pandemi,” katanya.

Putri Aprilia (29) pemilik olahan camilan berbahan baku kulit pisang yang diberi merek Kulpis.
Putri Aprilia (29) pemilik olahan camilan berbahan baku kulit pisang yang diberi merek Kulpis. (Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama)

Berawal dari PHK, Pasutri di Purwakarta Olah Kulit Pisang, Kini Mereka Raup Puluhan Juta per Bulan

Seorang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari Purwakarta membuat terobosan dengan memproduksi camilan kerupuk kulit yang diberi merek Kulpis.

Namun, kerupuk kulit ini bukan dari kulit hewan melainkan kulit pisang.

Pasangan suami istri yang tinggal di Komplek Griya Asri, Kecamatan Purwakarta, Putri Aprilia (29) dan Ari Hidayat (30) memulai usaha pembuatan kerupuk kulit pisang ini sejak 2 tahun lalu.

Produksi kerupuk kulit pisang ini, menurut Putri Aprilia berawal saat suaminya di-PHK dari pekerjaannya di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif.

"Awalnya itu suami diberhentikan di pekerjaannya dan kami bingung mau melakukan apa, hingga akhirnya kami terpikirkan untuk mengolah limbah kulit pisang yang saat itu ramai penjual pisang tanduk," ujarnya saat ditemui di tempat produksi, Senin (16/11/2020).

Berawal dari modal Rp 250 ribu, Putri mengatakan mereka memulai usaha pengolahan kerupuk kulit pisang ini.

Dia memilih untuk mengolah kulit pisang lantaran memang kulit pisang bisa dikonsumsi.

"Saya sih, pertama mencari usaha yang enggak banyak mengeluarkan modal dan saya ingin menjadi pionir. Akhirnya, karena banyak lihat UKM pisang hampir 85 persen di Purwakarta berbahan dasar pisang, seperti bolu, keripik, hingga lainnya, saya memilih mengolah kerupuk pisang," ujarnya.

Saat ini, kata Putri, pemasaran kerupuk kulit pisang ini telah menyebar di hampir 60 persen wilayah Jawa Barat, mulai penitipan ke outlet dan swalayan hingga pada sistem penyaluran.

Tahun depan pun, Putri berencana memasukan produksi kerupuk kulit pisang ini ke minimarket, seperti Indomaret dan Borma.

"Kerupuk kulit pisang kami ini punya tiga varian rasa, di antaranya original, jagung manis, dan balado," katanya.

Ketika disinggung terkait pembuatan kerupuk kulit pisang ini, Putri menjelaskan kulit-kulit pisang yang telah dia kumpulkan semuanya dihancurkan dan dicampurkan bahan adonan lainnya hingga menjadi berbentuk seperti dodol.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved