Breaking News:

Respons PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Pemda Majalengka Akan Cegah Covid-19 Hingga Pelosok Desa

Merespon kebijakan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka kembali akan melakukan hal tersebut.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Pemerintah resmi memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali selama dua pekan ke depan.

PPKM tahap pertama sendiri berakhir pada tanggal 25 Januari 2020.

Merespon kebijakan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka kembali akan melakukan hal tersebut.

Baca juga: Hanya Satu Daerah di Ciayumajakuning Yang Masuk Kategori Terbaik dalam Pelaksanaan PPKM

Baca juga: Pelaksanaan PPKM Belum Maksimal, Pusat Berencana Memperpanjang, Begini Reaksi Bupati Kuningan

Tentu, dengan penerapannya yang dinamakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan untuk melanjutkan penerapan PSBB Proporsional kedua nanti, pihaknya akan fokus menangani di wilayah pedesaan.

"Seketat atau sehebat apapun aturan tetap muaranya ialah itu protokol kesehatan yang harus kita pedomani, jadi kita akan terus pompa kepala desa untuk mengendalikan masyarakat, terutama kepada yang hajatan agar desa memberikan pemahaman-pemahaman," ujar Karna, Jumat (22/1/2021).

Karna menyampaikan, penerapan PSBB Proporsional tahap pertama ini, berpengaruh terhadap upaya menekan kasus Covis-19.

"Ada pengaruh, tetep ada pengaruh khususnya yang paling berpengaruh pengendalian di level bawah," ucapnya 

Pengaruh ini dibuktikan dengan Majalengka kini masuk kategori zona kuning tingkat kewaspadaan Covid-19.

Halaman
1234
Penulis: Eki Yulianto
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved