Tak Bawa Surat Rapid Test Antigen, Puluhan Pengendara yang Mau Masuk Sukabumi Disuruh Putar Balik

Puluhan pengendara roda empat berasal luar daerah yang hendak memasuki wilayah Sukabumi terpaksa diputarbalikan

Tribun Jabar
Sejumlah kenaraan dari luar daerah terpaksa diputar balikan karena tidak dapat menunjukan surat anti gen 

"Selain itu kami juga menyediakan rapid test antigen ditempat, khusus bagi warga dari luar daerah yang memang memiliki urusan penting di wilayah Kabupaten Sukabumi. Bila hasil rapid test tersebut reaktif maka tidak dizinkan untuk masuk ke Sukabumi," katanya

Ia menambahkan, dari sejumlah warga luar daerah yang menjalani pemeriksaan antgen ditempat speerti di Sukalarang, belum ditemukan hasil yang reaktif.

"Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini diberlakukan, kita akan terus melakukan penyekatan dibeberapa wilayah yang berbatasa dengan daerah lain seperti Kabupaten Bogor dan Cianjur," katanya. 

Jaga Perbatasan

Petugas gabungan TNI Polri, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan lakukan pengamanan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di perbatasan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat - Banten, Senin (18/1/2021).

Tepatnya di Terminal Cibareno, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumk yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak, Banten.

Padal Operasi Yustusi Giat PPKM di Perbatasan Jabar-Banten, Iptu Catur Budiono mengatakan, bagi pengendara yang hendak masuk ke Sukabumi dari arah Banteb dilakukan pemeriksaan berupa kelengkapan protokol kesehatan seperti masker.

Tak hanya itu, petugas juga memastikan pengendara membawa hasil rapid test antigen ataupun swab test negatif Covid-19.

"Kegiatannya adalah untuk melaksanakan pendisiplinan masyarakat dalam protokol kesehatan, untuk menekan penyebaran Covid-19 khusunya di Kabupaten Sukabumi. Memeriksa kelengkapan yang tidak memakai masker dan juga yang tidak melengkapi surat rapid test dikembalikan kembali ke arah Banten," ujarnya.

Bagi pengendara yang membawa hasil rapid negatif. Namun, tidak memakai masker, petugas langsung memberikan hukuman push-up hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga mengucapkan Pancasila.

"Untuk mengingatkan kedisiplinan masyarakat tentunya ada tindakan disiplin untuk mengingatkan supaya masyarakat lebih disiplin dalam kegiatan sehari-hari untuk menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.

Dengan masih adanya pengendara yang belum sadar memakai masker, pihaknya mengimbaun agar masyarakat tetap patuhi 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), walaupun vaksin sudah ada.

"Imbauan kepada masyarakat walaupun vaksin sudah ada dan sudah dilaksanakan suntuk vaksin, tetapi protokol kesehatan harus tetap dijaga dan dilaksanakan demi kesehatan diri pribadi, keluarga dan warga masyarakat," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved