Breaking News:

VIDEO - Ratusan Kios di Pasar Pamanukan Subang Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sekitar 115 kios di Pasar Inpres Pamanukan Subang ludes dilalap sijago merah, Sabtu  (16/1/2021) dini hari.

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Sekitar 115 kios di Pasar Inpres Pamanukan Subang ludes dilalap sijago merah, Sabtu  (16/1/2021) dini hari.

Kebakaran diduga disebabkan korsleting arus listrik di salah satu kios.

Menurut Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang, Dede Rosmayadi, pertama kali kebakaran terjadi di Blok A.

"Kepulan asap pertama di kios Anggia Plastik kemungkinan disebabkan arus pendek listrik," ujar Kabid ketika diwawancara Tribun.

Baca juga: Pembangunan Jalur Jatilima Majalengka Terkendala Longsor, Alat Berat Tak Mampu Singkirkan Tanah

Baca juga: BENCI tapi Cinta, Nita Thalia Berduka atas Meninggalnya Nurdin Rudythia, Tulis Kalimat Super Mesra

Baca juga: Mbak You Digempur Habis Netizen Pro Jokowi Gara-gara Ramalan Lengser, Mbak You Malah Balik Diramal

Pemadam Kebakaran menurunkan empat unit mobil pemadam dan hingga kini proses pemadaman tengah berlangsung.

"Kalau api padam sekitar pukul 06:30 kami tengah melakukan proses pendinginan, mudah-mudahan tidak ada angin yang menyebabkan api kecil kembali membesar." imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Pasar dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang Dadang Kurnia Nudin, mengatakan,  imbas dari kebakaran tersebut ada ratusan kios yang terbakar.

"Total itu ada 169 kios melebihi setengahnya terbakar, kita lihat data terakhir ada 115 kios," kata Dadang ketika dikonfirmasi Tribun melalui sambungan telepon.

Masih menurut Dadang Kurnia Nudin, pihaknya masih menunggu laporan hasil kejadian.

"Untuk kerugian kita masih belum tahu kita karena yang paling tahu rincian masing-masing pemilik kios," ujar Dadang.

Ditanya perihal rencana rehabilitasi pascakebakaran, pihaknya menjelaskan bahwa itu bukan kewenangan Dinas, "Pasar itu kan masih dalam status kontrak yang dikelola oleh PT. Manuk Prima hingga 2023 jadi untuk urusan itu bukan kewenangan kami." tutupnya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved