Breaking News:

Kelimpungan Lakukan Tracing Kontak Erat, Dinkes Kuningan Buka Rekrutmen Tenaga Satgas

Kasus baru Covid-19 terus bermunculan di berbagai kecamatan membuat petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan kelimpungan dalam melakukan tracing

Tribuncirebon.com/ Ahmad Ripai
ILUSTRASI: Tim medis Kuningan saat lakukan swab tes massaldi Aula Kantor Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Senin (30/11/2020). 

Laporan Kobtributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kasus baru Covid-19 terus bermunculan di berbagai kecamatan membuat petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan kelimpungan dalam melakukan tracing terhadap kontak erat pasien positif.

"Iya, kelimpungan ini disebabkan karena minimnya petugas yang melakukan tracing terhadap kontak erat pasien positif Covid-19," ungkap Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Denny Mustafa, kepada wartawan di Kantor Dinas Kesehatan di Jalan  Aruji - Kuningan, Jum'at (8/1/2021).

Deni mengatakan, sejak musim pandemi Covid19 di daerah berlangsung. Biasanya mentracing terhadap kontak erat pasien positif dilakukan oleh petugas puskesmas.

Baca juga: Semakin Banyak Rakyat Indonesia Terinfeksi Covid-19, Jokowi Mulai Ngomong Lockdown, Mau Lockdown?

Baca juga: 4.584 Nakes di Indramayu Bakal Disuntik Vaksin Sinovac Buatan China pada 14 Januari 2021

"Iya selama ini tim tracing yakni tenaga yang ada di puskesmas baik itu bidan maupun perawat yang diberi tugas tambahan dan ini kami nilai masih kurang," kata Denny.

Denny menyebutkan bahwa seorang petugas tracing memiliki tanggung jawab yang besar.

"Selain mencari tahu kontak erat, petugas tracing juga diharuskan melakukan pengawasan terhadap pasien positif yang melakukan karantina mandiri," katanya.

Oleh sebab itu, upaya menambah petugas mengatasi persoalan tersebut.

"Kami dari Dinkes Kabupaten Kuningan saat ini tengah membuka recruitment petugas tracing," katanya.

Baca juga: Habib Rizieq Shihab Dilaporkan Nyaris Pingsan di Tahanan karena Sakit, Minta Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Pendukung Donald Trump yang Mati Tertembak Bukan Orang Sembarangan, Ini Profesi Dia Sebenarnya

Memgenai recruitment, kata Denny, ini sudah dilakukan sejak bulan November 2020 lalu dengan kuota 185 orang untuk ditempatkan di 37 puskesmas.

"Kemudian untuk jatahnya 5 orang per puskesmas jadi yang kita rekrut ada 185 orang," ujarnya.

Saat ini yang sudah terekrut baru 99 orang, kurang 86 lagi," kata Denny.

Mengenai persyaratan, kata dia, calon petugas tracing harus memiliki riwayat pendidikan minimal D3 kesehatan.

"Petugas nantinya untuk bisa melacak penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kuningan," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved