Breaking News:

Pasien Positif Covid-19 Nekat Lepas Masker Oksigen Demi Pesan Terakhir, 5 Menit Kemudian Meninggal

Seorang nenek yang positif nekat melakukan hal terlarang demi menyampaikan pesan terakhir pada putrinya

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Freepik
Ilustrasi Covid-19 

"Dia mengatakan kepada kami bahwa dia tidak takut mati, bahwa dia siap.

Baca juga: Puluhan Kambing di Bantaran Sungai Cibuaya Indramayu Terancam Hanyut, Pemilik Kesulitan Memindahkan

Baca juga: Perantau Asal Bekasi Ngeluh Mati Rasa, Penciuman Tak Berfungsi, Kini Meninggal di Tempat Kos

Dia mengatakan kepada saya bahwa saya harus terus berjuang keras karena anak-anak menunggu saya di rumah."

Adik Sharma, Susana, juga diizinkan hadir dengan mengenakan alat pelindung diri.

"Kami memegang tangannya hingga napas terakhirnya," tambahnya.

"Saya terhibur karena tahu bahwa kami bisa bersamanya dan saya tahu ibu saya juga merasa nyaman."

Maria Rico  tinggal satu rumah dengan Sharma dan suami Sharma, serta ketiga putra mereka, Noah, 10, Isaac, 12, dan Jacob, 22.

Sharma mengatakan dia yakin salah satu putranya terjangkit virus corona di sekolah. Virus itu kemudian "melanda" keluarga mereka dengan kecepatan yang "menakutkan".

"Saya akan meminta orang-orang untuk mengikuti semua langkah-langkah pencegahan dan memikirkan orang lain," katanya.

Maria Rico bersama dua cucu dan putrinya Anabel Sharma. Satu keluarga positif terinfeksi Covid-19.
Maria Rico bersama tiga cucu dan putrinya Anabel Sharma. Satu keluarga positif terinfeksi Covid-19. (anabel sharma)

Sharma dan ibunya masuk perawatan rumah sakit di Leicester Royal Infirmary pada hari yang sama di bulan Oktober, dan Maria Rico meninggal pada tanggal 1 November.

Pemakamannya disiarkan langsung ke Sharma, yang masih di rumah sakit saat itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved