Jumat, 10 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

WASPADA, Terjadi 840 Gempa Bumi Mengguncang Bumi Banten Sepanjang 2020,

aktivitas gempa bumi pada tahun 2020 terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Seismograf mencatat setiap gempa yang terjadi. 

TRIBUNCIREBON.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mencatat selama tahun 2020 terjadi sebanyak 840 gempa bumi tektonik di wilayah Provinsi Banten.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Tangerang, Suwardi mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan dan pencatatan bahwa aktivitas gempa bumi pada tahun 2020 terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, aktivitas kegempaannya meningkat sekitar 80 persen frekuensi kejadiannya. Pada periode 2019 terjadi 467 gempa bumi," ujar Suwardi dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Sabtu (2/1/2021).

Baca juga: MENGHARUKAN! Mulanya Asep Sakit Sariawan, Ternyata Tumor Ganas, BPJS Tak Sanggup Kini Butuh Bantuan

Baca juga: Kronologis Munculnya Klaster Pesantren dalam Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Baca juga: Warga Kaget Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya Tinggal di Daerahnya, Begini Kesehariannya Kata Warga

 Dari total kejadian gempa bumi tersebut, frekunesi paling banyak terjadi pada bulan Oktober dengan 104 kejadian.

Suwardi menuturkan, hasil analisis diketahui bahwa pada tahun 2020 kekuatan gempa bumi yang terjadi bervariasi dari magnitudo 1,8 hingga 6,0.

Gempa bumi dengan kekuatan magnituo 3 hingga 5 paling dominan terjadi yaitu sekitar 65 persen atau 549 kejadian.

Kemudian, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo di bawah 3 sebesar 33 persen atau 275 kejadian.

"Sementara gempa bumi dengan magnitudo diatas 5 sebesar 2 persen atau 6 kejadian," kata Suwardi. 

Dari total kejadian gempa bumi tersebut, 12 kejadian guncangannya dirasakan oleh masyarakat wilayah Banten.

"Dari 12 gempa bumi yang guncangannya dirasakan itu, tidak ada gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan di wilayah Banten," ucapnya.

Berdasarkan lokasi pusat gemba atau episenter umumnya berada di laut. Pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian barat Lampung, sekitar Selat Sunda dan selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat.

Untuk gempa bumi berdasarkan kedalamannya tercatat 86,1 atau 723 kejadian terjadi pada kedalaman dangkal atau di bawah 60 kilometer.

Kemudian, 13,8 persen atau 116 kejadian gempa bumi terjadi di kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer.

"Serta hanya ada 0,1 persen atau 1 kejadian gempa bumi di kedalaman dalam di atas 300 kilometer," ujarnya.

Suwardi mengimbau, saat gempa bumi terjadi masyarakat segera melakukan upaya penyelamatan dengan menunduk (drop), Lindungi kepala dan leher (cover) bisa dengan bantal helm, maupun kedua telapak tangan. Atau berpegangan pada kolong meja/furniture yang kuat (hold on).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved