Breaking News:

Pekan Ini Lima Daerah di Jabar Masuk Zona Kuning, 20 Daerah Lainnya Masih Berada di Zona Oranye

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, katanya, akan menggelar pengetesan masif dengan rapid test antigen bagi wisawatan.

Editor: Machmud Mubarok
https://covid19.go.id/peta-risiko
Ilustrasi Peta zona risiko Covid-19 di Provinsi Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pekan ini di Jawa Barat terdapat lima daerah yang berstatus Zona Kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19.

Namun demikian, masih ada dua daerah yang masuk Zona Merah atau risiko tinggi, dan 20 daerah lainnya masuk Zona Oranye atau risiko sedang.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan lima daerah berstatus Zona Kuning atau risiko rendah, yaitu Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Subang. 

Baca juga: KPK Cecar Hidayat Royani, Periksa Soal Dugaan Aliran Uang Suap di Indramayu ke Anggota DPRD Jabar

Baca juga: Tradisi Tutup Kendi Ari-ari Pakai Kulit Pohon Asam di Juntinyuat Indramayu, Konon Bayi Akan Selamat

Baca juga: Siap-siap! Pemkab Majalengka Akan Kembali Berlakukan Jam Operasional untuk Minimarket dan Mall

Sebanyak 20 daerah masuk Zona Oranye atau risiko sedang, yakni Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Garut, serta semua daerah di Bandung Raya.

Pekan lalu, zona merah di Jabar mencapai delapan daerah, yakni Kota Bandung, Cimahi, Depok, Kabupaten Bekasi, Bandung Barat, Garut, Majalengka, dan Karawang.

Namun pekan ini, bersisa dua daerah yang masih zona merah, yakni Kota Depok dan Kabupaten Karawang.

"Kami syukur Alhamdulillah. Kemarin ada delapan yang zona risiko tinggi, sekarang tinggal dua, yaitu Kabupaten Karawang dan langganan, Kota Depok, sampai hari ini begitu adanya," kata Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Markas Polda Jawa Barat, Selasa (22/12).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, katanya, akan menggelar pengetesan masif dengan rapid test antigen bagi wisawatan. Tujuannya untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Jelang libur Natal dan Tahun Baru, kami akan melakukan operasi di pintu masuk Jawa Barat, dan kami akan menyiapkan rapid test antigen. Kalau ada yang positif, kami akan kembalikan ke daerah asal,” kata Kang Uu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved