Tujuh Kambing Kembali Mati Misterius
BREAKING NEWS - 7 Ekor Kambing Kembali Mati Misterius di Kuningan, Hewan Pemangsa Belum Ditemukan
Kematian kambing secara misterius kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Kali ini sebanyak 7 ekor kambingyang mati misterius
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM ,KUNINGAN - Kematian kambing secara misterius kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Kali ini sebanyak 7 ekor kambingyang mati misterius di Kecamatan Cibingbin.
Kondisinya persis seperti kematian kambing di Cipondok dan Ciangir sebelumnya, darahnya habis sementara tubuh masih utuh.
Pemilik kambing yang mati itu masing-masing Sarka, warga Dusun 3 Cikamuning, RT 02 RW 06, Desa Cipondok sebanyak 5 ekor.
Baca juga: Jenita Janet & Suami Suka Berfantasi Sebelum Wik Wik, Danu Sofwan Disuruh Jadi Dokter, Jenita Pasien
Baca juga: Sudahlah di Rumah Saja, Masuk ke Tempat Wisata di Bandung Wajib Rapid Test, Jalan pun Banyak Ditutup
Baca juga: Nasi Goreng Ini Viral Lho, Kalau Mau Beli Harus Mau Ngantre Paling Apes 2 Hari, Jadi Penasaran ya?
Menyusul sebanyak dua ekor kambing berukuran besar juga mati diketahui milik Komar, warga Dusun Dua RT 002 RW 005, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin.
"Kambing mati diketahui sewaktu pagi," ungkap Aris Bobi, tokoh pemuda setempat, Sabtu (19/12/2020).
Menurut Aris, kasus ini tidak jauh beda dengan tragedi kematian kambing misterius beberapa waktu lalu.
"Iya tujuh ekor kambing mati itu masih utuh tubuhnya alias masih lengkap bangkainya," ujarnya.
Sekadar informasi, seekor kambing yang memiliki bekas gigitan hewan buas misterius terjadi di Kecamatan Cibingbin, dibeli oleh Tim Idenfikasi dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan Labvet Laboratorium Subang Kementerian Peternakan.
“Pembelian kambing itu dalam kondisi lemas, untuk dijadikan uji lab dan pemeriksaan pada beberapa organ kambing tersebut,” ungkap dokter hewan Kuningan, yakni Rofiq sekaligus Kasi Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Kuningan saat dihubungi Tribuncirebon.com, Jum’at (18/12/2020).
Harga kambing sebesar Rp 1 juta, kata Rofiq, kini berada di tangan tim Identifikasi dan pembelian itu baru hari kemarin.
“Sekarang kambing ada di tangan tim identifikasi,” katanya.
Menyinggung soal tindakan,kata dokter hewan ini mengemuka bahwa kebutuhan itu dilakukan untuk menggali keterangan.
“Sebab kasus kambing mati misterius di Kecamatan Cibingbin, bukan pertama kali ini saja.
Melainkan kejadian sama pun berlangsung sejak lima tahun dan sepuluh tahun lalu, ini peristiwa bisa dikatakan periodik di lingkungan warga Cibingbin,” ungkapnya.
Penggalian keterangan, kata dia, tentu memiliki latar belakang kuat dalam mengungkap kasus kematian kambing misterius tersebut.
“Iya dari sekian banyaknya kambing mati, itu kondisi tubuh atau dagingnya masih utuh,” ujarnya.