Breaking News:

Surat Terbuka untuk Gubernur Jabar dari Pegiat Aksara Sunda, 'Malu Liwat Saking Lihat Provinsi Lain'

Sayangnya surat yang dikirim ke Pemprov Jabar tak kunjung berbalas. Sampai akhirnya dua pegiat aksara Sunda ini memutuskan menulis surat terbuka

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Facebook/Dadan Sutisna
Surat terbuka untuk Gubernur Jabar yang diunggah pegiat aksara Sunda, Dadan Sutisna dan Ilham Nurwansah, di dinding akun Facebook pribadinya. 

TRIBUNCIREBON.COM - Dua orang pegiat Aksara Sunda, Dadan Sutisna dan Ilham Nurwansah, membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait eksistensi aksara Sunda.

Surat terbuka itu diunggah di akun Facebook dua pegiat tersebut. Dari Facebook, surat terbuka itu juga menyebar ke grup-grup WhatsApp. 

Inti surat terbuka yang bertitimangsa 15 Desember 2020 tersebut, mempertanyakan tentang minimnya perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan eksistensi Aksara Sunda. 

Baca juga: Aa Gym Minta Jokowi-Maruf, Puan Maharani Disuntik Vaksin Covid-19 Duluan: Supaya Masyarakat Percaya

Baca juga: Ini Daftar 18 Daerah di Jawa Barat yang Rawan Bencana Alami Banjir dan Longsor, Waspada!

Baca juga: Tunggu Alat Berat, 14 Anggota TNI dan Warga Singkirkan Material Longsor Cimenga Secara Manual

Para pegiat aksara Sunda sudah berkali-kali menemukan sejumlah pihak terkait dengan hal ini termasuk ke Pemprov Jabar dan Disbudpar Jabar. Namun perhatian tak kunjung datang.

Padahal mulai tahun 2020, atas inisiatif Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), tengah berlangsung Digitalisasi Aksara Daerah di Indonesia. 

PANDI ingin melakukan digitalisasi semua aksara di Indonésia, antara lain dengan mendaftarkan énkripsi aksara ke Internasional Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Untuk meluluskan rencana itu, setidaknya ada dua syarat yang harus dipenuhi. Pertama, aksara tersebut terbukti digunakan di laman web, dan ini bisa diupayakan melalui Lomba Website Aksara Sunda. Kedua, mendapat dukungan dari lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat lainnya.

Sayangnya surat yang dikirim ke Pemprov Jabar tak kunjung berbalas. Sampai akhirnya dua pegiat aksara Sunda ini memutuskan menulis surat terbuka sebagai langkah terakhir.

Berikut ini isi lengkap surat terbuka dari pegiat aksara Sunda:

SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR PROVINSI JAWA BARAT

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved