Breaking News:

Bencana Hidrometeorologi

Ini Daftar 18 Daerah di Jawa Barat yang Rawan Bencana Alami Banjir dan Longsor, Waspada!

instruksi kepada 27  kepala daerah di kabupaten/kota untuk senantiasa siaga dan melakukan sejumlah persiapan guna mengantisipasi dampak

Istimewa
Sebanyak tiga kampung di Cianjur Selatan tepatnya di Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, diterjang bencana tanah longsor pada Rabu (2/12/2020) sekitar pukul 14.00 WIB 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pusat Vulkanogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laman http://vsi.esdm.go.id merilis peta kerawanan bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten/kota di Jawa Barat pada penghujung tahun 2020.

Dari peta kerawanan bencana tersebut, disebutkan bencana berpotensi terjadi di 120 kecamatan yang tersebar di 18 kabupaten/kota di Jabar.

Adapun, potensi bencana hidrometeorologi paling besar terjadi wilayah Kabupaten Garut dengan 22 kecamatan yang masuk ke dalam kategori kerawanan pergerakan tanah dengan tingkat menengah hingga tinggi, dengan potensi bencana seperti, banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

Baca juga: Download MP3 Lagu Allahul Kafi - Nissa Sabyan ft Fitriana, Lirik dan Video Klipnya Viral di TikTok

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Mahfud MD Tanggung Jawab, Statement Menko Polhukam Jadi Awal Kisruh di Indonesia

Baca juga: Karni Ilyas Ungkap Penyebab Program ILC TV One Berhenti Tayang: Bukan Adanya Tekanan Penguasa

Ke-22 kecamatan di Kabupaten Garut yang memiliki tingkat kerawanan potensi bencana banjir bandang atau aliran bahan rombakan tersebut meliputi Baluburlimbangan, Banyuresmi, Bayongbong, Cibiuk, Cigedug, Cikajang, Cilawu, Cisurupan, Garut Kota, Kadungora, Karangpawitan, Leles, Malangbong, Pamulihan, Pasirwangi, Samarang, Sucinarja, Sukaresmi, Sukawenng, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Wanaraja.

Selain Kabupaten Garut, daerah yang memilik tingkat kerawanan pergerakan tanah menengah hingga tinggi, dengan potensi bencana banjir bandang, yaitu Kabupaten Bandung (12 kecamatan), Kabupaten Bogor (12 kecamatan) dan Kabupaten Tasikmalaya (11 kecamatan).

Menanggapi hal tersebut, Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu mengatakan, untuk mengantisipasi bencana hidrometerologi tersebut, Gubernur Jabar telah memberikan instruksi kepada 27  kepala daerah di kabupaten/kota untuk senantiasa siaga dan melakukan sejumlah persiapan guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi tersebut.

Terlebih menurutnya, PVMBG selalu melakukan pembaruan data terkait potensi kebencanaan setiap bulan sebagai bentuk peringatan dini.

"PVMBG itu mengupdate terus, karena ada sistem peringatan dini (EWS). Hal ini merupakan bentuk kewaspadaan terkait potensi-potensi bencana yang kemungkinan dapat terjadi di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat, sehingga setiap potensi dapat diantisipasi, agar saat terjadi bencana, dampaknya bisa di minimalis," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (15/12/2020).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota di Jabar agar serempak untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina.

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipatif, BPBD di tiap daerah diminta untuk menyiapkan sejumlah skenario terburuk sebagai rencana penanggulangan dari anomali cuaca tersebut.

Bahkan, gubernur yang akrab di sapa Kang Emil itu pun meminta agar BPBD tidak hanya responsif saat bencana terjadi, tetapi juga turut proaktif dalam langkah pencegahan guna mengurangi dampak dari terjadinya bencana.

"Jadi masyarakat sudah siap (saat fenomena La Nina hadir di Jabar). Terus tentunya karena ini tidak lazim, buat sejumlah skenario terburuknya seperti apa. BPBD harus mampu mengantisipasi potensi  dampak yang akan terjadi, jadi bukan hanya merespon saat terjadinya bencana saja,"  ujarnya saat konferensi virtual bersama perwakilan BPBD Kabupaten/Kota se-Jabar, Sabtu (24/12/2020) lalu.

Dilansir dari laman http://vsi.esdm.go.id terkait peta kerawanan bencana hidrometeorologi di 120 kecamatan di Jawa Barat pada penghujung tahun 2020 nanti, meliputi:

  • Kabupaten Garut (Kecamatan Baluburlimbangan, Banyuresmi, Bayongbong, Cibiuk, Cigedug, Cikajang, Cilawu, Cisurupan, Garut Kota, Kadungora, Karangpawitan, Leles, Malangbong  Pamulihan, Pasirwangi, Samarang, Sucinarja, Sukaresmi, Sukawenng, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, dan Wanaraja); 
  • Kabupaten Bandung (Arjasari, Banjaran, Cimaung, Cimenyan, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Majalaya, Pananjung, Pasirjambu, Rancabali, dan Soreang);
  • Kabupaten Bandung Barat (Cisarua, Lembang, dan Parongpong); Kabupaten Bogor (Caringin, Cibungbulang, Cigombing, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, Leuwiliang, Pamijahan, Rancabungur, Rumpin, Tamansari, dan Tenjolaya);
  • Kabupaten Ciamis (Ciamis, Cihaurbeuti, Panumbangan, Sadananya, dan Sindangkasih);
  • Kabupaten Cianjur (Cianjur, Cilaku, Cipanas, Cugenang, Gekbrong, Pacet, Sukaresmi, dan Warungkondang);
  • Kabupaten Cirebon (Beber, Dukupuntang, Sedong, Sumber, Talun, dan Waled);
  • Kota Bandung (Cidadap);
  • Kota Bogor (Bogor Barat dan Bogor Selatan);
  • Kota Cirebon (Harjamukti);
  • Kota Sukabumi (Cibeureum, Gunungpuyuh, dan Warudoyong);
  • Kota Tasikmalaya (Bungursari dan Indihiang)
  • Kabupaten Kuningan (Cigandamekar, Cigugur, Cilimus, Jalaksana, Kadugede, Mandirancan, Pancalang, dan Pesawahan);
  • Kabupaten Majalengka (Argapura dan Sindangwangi);
  • Kabupaten Purwakarta (Bojong);
  • Subang (Ciater);
  • Kabupaten Sukabumi (Cicurug, Cisaat, Gununguruh, Kadudampit, Kebonpedes, Parungkuda, Sukabumi, Sukalarang, dan Sukaraja);
  • Kabupaten Tasikmalaya (Cigalontang, Cisayong, Leuwisari, Padakembang, Pagerageung, Rajapolah, Sariwangi, Singaparna, Sukarame, Sukaratu, dan Sukaresik). (Cipta Permana).
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved