Breaking News:

Virus Corona

Dua Narapidana Positif Covid-19, Lapas Kelas II B Warungkiara Sukabumi Langsung Lockdown

Imbas ada dua orang narapidana (Napi) di Lapas Kelas II B Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat positif Covid-19.

Freepik
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Imbas ada dua orang narapidana (Napi) di Lapas Kelas II B Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat positif Covid-19, pihak Lapas langsung melalukan lockdown.

Dimana tidak menerima tamu dari luar, pihak Lapas hanya menerima tamu dari intansi terkait, seperti pihak kepolisian, kejaksaan dan pengadilan untuk keperluan sidang, serta tenaga kesehatan dari Satgas.

"Ada kemarin positif 2 (napi) berdasarkan swab dari puskesmas, ini sedang dilakukan lockdown," ujar Kepala Lapas Kelas II B Warungkiara Ahmad Tohari, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Selidiki Kasus Azan Jihad, Polres Majalengka Akan Panggil Sejumlah Saksi Pekan Depan

Sebelumnya, Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi Andi Rahman mengatakan, pihaknya baru menerima pengajuan tracing, tracking dan testing (3T) dari Lapas.

"Dua tahanan yang terkonfirmasi covid-19 baru terima info dari surat pengajuan trace, track dan testing dari lapas, hasil lab terkonfirmasi belum keterima dan PE dari tim surveilans belum kami analisa," ujarnya kepada wartawan, Kamis (3/12/2020).

Ia menyebutkan, telah dilakukan pengambilan sampel swab sebanyak 159 orang. Yang terdiri dari pegawai Lapas, ustaz di Lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Baca juga: BPCB Banten dan Balar Jabar Ungkap Sejarah Dugaan Candi di Indramayu, Ada 4 Titik Fokus Penelitian

Baca juga: Prabowo Marah Besar Sebut Edhy Prabowo Anak yang Dipungut dari Selokan, Saya Sudah Mewanti-wanti

"Betul tadi kita sudah melakukan testing pengambilan sampel swab sebanyak 159 orang di lapas. 90 pegawai, 9 ustaz dan 60 WBP, ," jelasnya.

Mengenai riwayat kedua lapas terkonfirmasi Covid-19, Andi mengatakan pihaknya belum menerima informasi.

"Belum kami terima info, baru besok ke sekret hasil penyelidikan epidemiologinya dikaji," pungkasnya.* (M Rizal Jalaludin)

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved