Ratusan Pendemo di DPRD Jabar yang Terluka Dapat Perawatan, Sebagian Sempat Dirujuk ke Rumah Sakit

Ratusan pendemo di Gedung DPRD Jabar, harus mendapat perawatan di Kampus Unisba dan Unpas usai melakukan aksinya selama dua hari

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
PENDEMO TERLUKA - Pendemo yang terluka ditangani di Kampus Unisba, Jumat (29/8/2025) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ratusan pendemo di Gedung DPRD Jabar, harus mendapat perawatan di Kampus Unisba dan Unpas usai melakukan aksinya selama dua hari berturut-turut pada 29-30 Agustus 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, di Aula Unisba tercatat ada 208 orang yang mendapat perawatan, dengan rincian 68 mahasiswa, 40 pelajar, 16 pengemudi ojek online, dan 76 warga umum.

Dari jumlah tersebut, 188 laki-laki dan 20 perempuan. Sedangkan Aula Unpas hanya menerima sebanyak 60 peserta aksi yang mengeluhkan gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga luka.

"Kami standby di lapangan hingga dini hari, PSC 119 tetap beroperasi penuh dan kami memantau situasi dari posko," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, Minggu (31/8/2025).

Baca juga: Daftar 29 Sekolah di Bandung yang Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh, Imbas Siaga Satu Demo

Berdasarkan laporan tim kesehatan, hingga Minggu 31 Agustus 2025 pukul 03.00 WIB, kata dia, sejumlah orang dirujuk ke rumah sakit. Di antaranya RSHS (2 orang), RS Sariningsih dan RS Melinda 2 masing-masing 1 orang.

Selain itu, hingga saat ini, Aula Kampus Unpas Jalan Tamansari juga masih menangani 26 orang, terdiri dari mahasiswa 15 orang, pelajar 7 orang, Ojol 3 orang, umum 1 orang.

"Keluhan terbanyak memang sesak dan iritasi mata, kemungkinan besar akibat gas air mata. Semua ditangani dengan prosedur medis yang sesuai," katanya.

Atas hal tersebut Sony memastikan, layanan gawat darurat di seluruh rumah sakit Kota Bandung tetap berjalan normal. Masyarakat dapat mendatangi IGD terdekat jika membutuhkan pertolongan.

"Fasilitas kesehatan tetap terbuka untuk masyarakat. Layanan 119 juga beroperasi seperti biasa untuk melayani kebutuhan kesehatan darurat. Jadi warga tidak perlu khawatir," ucap Sony.

Baca juga: Satpam DPRD Kab Cirebon Menangis, Motornya Dibakar Massa, Dijanjikan Motor Baru Oleh Willie Salim

Dia mengatakan seluruh peserta aksi yang sempat mendapatkan perawatan medis di fasilitas telah kembali dipulangkan. Tercatat 15 orang sempat dievakuasi ke rumah sakit rujukan. Rinciannya, 7 orang ke RSHS, 2 orang ke RS Borromeus, dan 6 orang ke RS Sariningsih.

"Tidak ada korban yang sampai harus dirawat inap. Semua kembali dipulangkan setelah mendapat perawatan," katanya.

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved