Breaking News:

VIDEO - Sekelompok Orang Tiba-tiba Demo di Depan DPRD Indramayu, Tolak Imam FPI Habib Rizieq Shihab

Mereka ingin menyuarakan penolakan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sejumlah warga tiba-tiba mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Indramayu membawa spanduk dan pengeras suara, Selasa (24/11/2020).

Mereka ingin menyuarakan penolakan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Ada dua spanduk yang mereka bawa, masing-masing bertuliskan "RIZIEQ SHIHAB PEMECAH BELAH PERSATUAN DAN KESATUAN" dan "RIZIEQ SHIHAB PEMBUNUH POTENSIAL".

Baca juga: 13 Tanda-tanda Penyakit Ginjal Kronis, Jika Tak Segera Ditangani Nyawa di Ujung Tanduk

Baca juga: Ciri-ciri Gejala Awal Kanker Serviks pada Wanita, Kenali Sebelum Membahayakan dan Mematikan

Baca juga: Subsidi Gaji Karyawan Termin 2 Tahap 4 Cair, Ini Penyebab BCA BNI Mandiri Belum Terima Transfer

Baca juga: Fantasi Liar Jenita Janet di Atas Ranjang Terungkap, Ingin Lakukan Ini Dengan Sang Suami Danu Sofwan

Kedua poster itu juga dilengkapi foto Habib Rizieq Shihab. Di akhir orasinya, mereka juga melakukan aksi mengkremes-kremes spanduk dan membawanya pulang.

Koordinator Aksi, Imron Rosyadi (35) mengatakan, dirinya tidak menyukai cara Habib Rizieq Shihab berdakwah.

"Saya pribumi, orang tugu, asli Indramayu. Saya tidak mendukung Habib Rizieq, bahasanya itu kurang bagus," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Dalam orasinya, sejumlah warga itu menolak jika Habib Rizieq Shihab datang ke Kabupaten Indramayu.

Pasalnya, kehadiran Rizieq Shihab, menurutnya hanya akan menimbulkan permusuhan, kebencian, dan memecah belah antar umat.

Imron Rosyadi mengatakan, dirinya ingin kondisi di Kabupaten Indramayu netral.

"Tolak Rizieq Shihab," teriak masa aksi.

Sementara itu, koordinator aksi lainnya, Iwan Santoyo (36) menambahkan, dirinya kecewa kepada FPI karena ia tidak diperbolehkan salat di masjid ormas Islam tersebut.

"Karena masjidnya itu berbeda dengan kami. Dia itu bisa salat di masjid kami, tapi kami tidak bisa salat di masjidnya beliau. Boleh itu dicek di lapangan, itu terjadi di indramayu juga di Kecamatan Balongan," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved