Breaking News:

Klaster Pesantren Terus Bermunculan, Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Minta Swab Test Berkala

Setelah kegiatan pesantren digelar, katanya, seharusnya pihak pesantren pun sangat membatasi ketat aktivitas keluar-masuk lingkungan pesantren.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Firman Wijaksana
Ilustrasi - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman saat meninjau klaster pesantren di Kecamatan Pangatikan, Garut, Selasa (27/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan pencegahan dan penanganan kasus Covid-19 di berbagai pesantren di Jawa Barat terus diketatkan, di antaranya dengan menggelar swab test metode PCR di lingkungan pesantren secara berkala.

Setelah dilakukan swab test pada saat akan pertama kali menggelar aktivitas pesantren, katanya, harus dilakukan test secara berkala.

Setelah kegiatan pesantren digelar, katanya, seharusnya pihak pesantren pun sangat membatasi ketat aktivitas keluar-masuk lingkungan pesantren.

Baca juga: Bupati KBB Murka Lihat Isi Kulkas Dirut RSUD Cikalong Wetan Penuh Cemilan, tapi Karyawan Gak Digaji

Baca juga: Ketua KPU Ketahuan Selingkuh dan Nikah Siri dengan Seorang Caleg, Kini Dicopot Jabatannya

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN Terbaru, 2 Posisi Tersedia untuk Lulusan S1 di Perusahaan Ini, Yuk Melamar!

Baca juga: Berkah Baca Al Quran Sambil Berteduh, Akbar Bakal Dilantik Dedi Mulyadi Jadi Direktur Bank Sampah

"Sebetulnya kita sudah komunikasi dengan pesantren, mengingatkan kepada pengurus pesantren. Jadi pesantren ini tidak boleh begitu ada masuk santrinya dan sudah di-PCR, sudah diisolasi, tapi masih ada kontak dengan dunia luar, ada orang masuk dari luar. Makanya dengan orang luar masuk ini, potensi penularan itu ada," Daud di Gedung Sate, Jumat (6/11).

Untuk menjamin kesehatan di lingkungan pesantren tetap berlangsung, katanya, maka perlu dilakukan swab test secara berkala. Apalagi jika masih ada orang di lingkungan pesantren yang keluar-masuk lingkungannya.

"Makanya kalau ada pesantren yang sudah mengetes santri-santrinya, jangan lupa juga pada saat proses pembelajaran itu, orang yang keluar-masuk pesantren juga harus ketat," tuturnya.

Selama ini, kata Daud, penyebaran kasus Covid-19 di sejumlah pesantren di Jabar memang disebabkan adanya orang keluar-masuk pesantren tanpa swab test. Dalam hal lain akibat disiplin pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 yang semakin kendor.

"Sementara ini yang kita analisis itu karena ada orang luar yang masuk. Beberapa pesantren sudah melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Santri yang libur, dipersyaratkan harus PCR, mereka diisolasi dulu pada saat itu," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sempat terjadi penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan sejumlah pesantren di Jawa Barat. Di Kabupaten Bogor, sempat tercatat 86 orang di lingkungan pesantren dinyatakan positif Covid-19. Di Kabupaten Sukabumi, terdapat 57 orang positif Covid-19 di lingkungan pesantren.

Kemudian 44 orang lingkungan pesantren di Kabupaten Cianjur dinyatakan positif Covid-19, 59 orang di Kota Tasikmalaya, 163 orang di Kabupaten Garut, 26 orang di Kabupaten Karawang, 470 orang di Kabupaten Kuningan, dan 340 orang lingkungan pesantren di Kabupaten Tasikmalaya yang dinyatakan positif Covid-19.

Sebagian besar orang di lingkungan pesantren tersebut sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved