Semburan Gas di Sukaperna

Ada Suara Ledakan, Semburan Gas Liar di Indramayu Berada di Area Sumur Bor Lama Bekas Belanda

Renita Yulia mengatakan, titik bubble atau gas liar tersebut hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari sumur BDA-02.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Tagana Kabupaten Indramayu saat melakukan assessment di lokasi semburan gas liar di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (28/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Lokasi semburan gas liar yang ditemukan warga di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu rupanya berada di area sumur bor lama bekas Belanda.

Hal tersebut dibenarkan Formalities Staf PT Pertamina EP Field Jatibarang, Renita Yulia saat dikonfirmasi Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Rabu (28/10/2020).

Renita Yulia mengatakan, titik bubble atau gas liar tersebut hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari sumur BDA-02.

"Tim produksi kami juga sudah meninjau ke lokasi dan memasang safety line di titik bubble tersebut," ujar dia.

Baca juga: Misteri Semburan Gas Liar di Desa Sukaperna Indramayu, Muncul Sendirinya di Lahan Persawahan

Baca juga: Istri Pulang Diantar Driver Grab, Habib Bahar bin Smith Murka, Ojol pun Dibogem, Auto Tersangka Lagi

PT Pertamina EP Field Jatibarang mencatat kejadian serupa rupanya juga pernah terjadi sebelumnya di desa setempat.

Yaitu pada tahun 2017 dan tahun 2015 lalu, semburan gas liar itu juga muncul.

PT Pertamina EP Field Jatibarang pun kini sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Indramayu untuk tindaklanjut penanganan.

"Dari tim kami di lapangan infonya pagi ini bubble sudah menurun tidak seperti kemarin," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga ketakutan dengan munculnya semburan gas liar.

Titik lokasinya berada di lahan persawahan tidak jauh dari pemukiman warga.

Berdasarkan pengakuan warga, titik lokasi semburan gas liar sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Namun, pada Selasa (27/10/2020) kemarin semburannya makin besar.

Warga juga mendengar suara ledakan pada pukul 07.40 WIB. Selang beberapa saat, semburan gas liar itu juga menyemburkan air.

"Ada suara ledakan, pas saya datang ke situ ke tempat, liat-liat gak lama 30 menitan keluar air, itu kejadian hari Selasa," ujar salah seorang warga Abidin (60).

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Lagu Ayu Ting Ting Berjudul Tatitut, Langsung Viral di YouTube

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Kamis 29 Oktober 2020: Gemini Jangan Panik, Leo Gelisah dan Merasa Putus Asa

Masih Misteri

Warga di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu dihebohkan dengan fenomena semburan gas liar bercampur air.

Semburan gas liar itu ditemukan oleh warga di lahan persawahan tidak jauh dari pemukiman.

Berdasarkan informasi yang diterima Tribuncirebon.com, semburan gas itu sudah terjadi sepekan terakhir.

Namun, kondisinya semakin parah pada hari kemarin, Selasa (27/10/2020) sekitar pukul 07.40 WIB. Warga mengaku mendengar suara ledakan dari titik semburan tersebut hingga mengeluarkan air.

"Ada suara ledakan, pas saya datang ke situ ke tempat, liat-liat gak lama 30 menitan keluar air, itu kejadian hari Selasa," ujar salah seorang warga Abidin (60) saat ditemui Tribuncirebon.com.

Abidin yang saat itu tengah berada di rumah tidak mengetahui persis mengapa gas liar tersebut bisa menyembur.

Semburan gas liar itu muncul dengan sendirinya.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu tengah melakukan assessment di lokasi kejadian.

Sebelumnya, baik dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, Pertamina, hingga pemerintah Kecamatan Tukdana pun sudah melakukan pengecekan.

Di lokasi kejadian pun kini sudah dipasangi garis polisi agar tidak ada warga yang mendekat, mengingat semburan gas liar semakin melebar.

Di sana juga tercium bau gas yang lumayan menyengat. Adapun lokasi semburan gas liar ini diketahui masuk dalam area sumur lama bekas Belanda.

Warga lainnya, Taukid (60) mengatakan, banyak warga yang penasaran dengan fenomena tersebut, bahkan tidak sedikit yang merekamnya dengan ponsel untuk dibagikan ke media sosial.

"Banyak yang ngerekam kemarin," ujar dia.

 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved