Mayat Bayi Dalam Karung di Kuningan

3 Ekor Biawak Pemangsa Mayat Bayi Perempuan di Kuningan Belum Berhasil Ditangkap Damkar

Puluhan biawak, kata dia, merupakan hasil tangkapan dari awal tahun 2020, kini ditempatkan di lingkungan Markas Pemadam kebakaran Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Penemuan mayat di aliran Sungai Ciporang, Desa Pajawan Lor, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM
, KUNINGAN – Biawak yang memakan habis kaki kiri mayat bayi perempuan di Sungai Ciporang, Desa Pajawan Lor, Kecamatan Ciawigebang, hingga kini belum berhasil ditangkap petugas Damkar Kuningan.

“Meskipun demikian, petugas kami sudah berhasil menangkap dan mengamankan sebanyak 34 ekor biawak,” kata Kepala UPTD Damkar Kuningan, Khadafi saat dikonfirmasi  Tribuncirebon.com, Senin (26/10/2020).

Puluhan biawak, kata dia, merupakan hasil tangkapan dari awal tahun 2020, kini ditempatkan di lingkungan Markas Pemadam kebakaran Kuningan.

Sebanyak 34 biawak tersebut tersebar di sejumlah daerah di Kuningan.

Sementara 3 ekor biawak yang diduga memangsa mayat bayi perempuan di sungai belum tertangkap.

Baca juga: Kasus Buang Mayat Bayi Malah Makin Banyak di Kuningan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Baca juga: Mayat Bayi yang Dibuang dalam Karung Diduga Berusia Tiga Hari, Membusuk hingga Dimakan Biawak

“Iya masih kita amankan disini dan beban biaya perawatan cukup besar juga. Kemudian, pakan yang diberikan itu seperti ikan dan sewaktu-waktu di kasih ayam goreng kaya gitu,” ujarnya.

Terlepas biawak yang kini diamankan, Khadafi mengatakan, petugas damkar juga berhasil menangkap beragam jenis ular.

“Iya, terhitung sejak awal tahun sekarang, ada sekitar tujuh ekor ular jenis piton dan lainnya sudah dipindah tangankan perawatannya ke komunitas reptil Kuningan,” katanya.

Proses itu, kata dia, tentu melalui tertib administrasi yakni surat berita acara.

“Berita acara itu lengkap dengan identitas calon perawat hewan reptil yang kini kasih. mulai dari foto copy KTP dan sebagainya,” katanya.

Menyinggung cara penangkapan baik itu biwak maupun ular, Khadafi menceritakan bahwa penangkapan itu dilakukan oleh petugas ahli.

“Namun kelengkpan dan alat septi tetap di gunakan saat menangkap. Seperti jeratan yang sudah di buatkan dan menggunakan seragam pelindung dari serangan hewan buas saat ditangkap, serta tidak lupa menggunakan media atau alat tertentu saat menangkapnya,” katanya.

Pemerintah Harus Turun Tangan

Kasus pembuangan mayat bayi perempuan yang menghebohkan terjadi di Desa Pajawan Lor, Kecamatan Ciawigebang mendapat tanggapan dari warga sekaligus tenaga Pendidikan Non Formal Kuningan.

"Pertama kami tentu sangat prihatin dengan kejadian mayat bayi dibuang di aliran sungai," ungkap Ulfa Fajriyah tutor PAUD di Kecamatan Kuningan, Senin (26/10/2020).

Menurutnya, kasus buang mayat bayi di Kuningan ini bukan kali pertama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved