Sopir Avanza Syok, Mobilnya Tiba-tiba Mogok di Tengah Jalan, Ternyata Ada Makhluk Ini di Velg Ban

Arus lalu lintas di Jalan Raya Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat alami kemacetan, Jumat (23/10/2020).

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Tiga pemuda saat berusaha tarik ular yang melilit ban mobil di jalan raya Jayanti, Sukabumi, Jumat (23/10/2020). 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Arus lalu lintas di Jalan Raya Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat alami kemacetan, Jumat (23/10/2020).

Kondisi jalan macet karena sebuah mobil Avanza tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Ternyata mobil tersebut berhenti mendadak karena velg ban dililit ular Sanca Bodo.

Kondisi tersebut viral di media sosial Facebook, sebuah akun Facebook bernama Iramawan memposting video evakuasi ular yang melilit ban kendaraat pelat B itu.

Baca juga: Dokter Puskesmas Digeberek Warga, Bawa Masuk Pria, Ternyata Suami Orang, tapi Mereka Nikah Siri

Baca juga: Bromo KW di Gunung Guntur Dimasuki Motor Cross Padahal Masuk Daerah Cagar Alam

Baca juga: Dikata-katai Kasar di Video Ade Londok, Anak 8 Tahun Asal Nagreg Sempat Murung dan Terpukul

Saat dihubungi Tribunjabar.id, Irmawan mengatakab, kejadian itu terjadi sekitat pukul 15.00 WIB, Jumat (23/10/2020).

"Saya lihat sudah ramai, ternyata ada ular melilit ban, ularnya melilit di velg, sama warga dan pengendara lain yang melihat kejadian ini berusaha membantu mengeluarkan ular," ujarnya.

"Kurang lebih panjangnya 3 meteran, pokoknya, ngegantung melilit deket belg ban. Tapi di dalamnya, tadi sama tiga orang anak muda ditarik ularnya, bukan sama sopirnya," jelasnya.

Irmawan mengatakan, 30 menit kemudian ular tersebut berhasil dikeluarkan dan mobil kembali melaju, serta kondisi arus lalu lintas kembali normal.

"Sepanjang jalan perbatasan Desa Jayanti dengan Kelurahan Palabuhanratu, tepatnya di hutan lindung/cagar alam Panyawelan sempat macet, sekitar 30 menit baru berhasil dievakuasi," terangnya.

Ular Piton Sedang Mengerami Telur

Di tempat berbeda, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengevakuasi ular piton sepanjang empat meter, Rabu (14/10/2020).

Ular berukuran besar tersebut ditemukan di tempat usaha pengepul barang bekas atau rosok milik Mustafidah (40), warga jalan Sudirman nomor 46 Purwodadi, Grobogan.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Grobogan, Gogot Cahyanto, mengatakan, keberadaan ular piton tersebut pertama kali diketahui oleh Mustafidah sekitar 10.15 WIB. 

Baca juga: Video Viral Seekor Ular Piton Raksasa Bergelantung di Rumah sambil Melahap dan Melilit Posum

Saat itu Mustadifah yang tengah memilah-milah barang bekas kaget melihat ular piton besar yang melingkar di bawah tumpukan barang.

Seketika itu pula, dia tersebut langsung berupaya menghubungi kantor Damkar Kabupaten Grobogan.

Tak berselang lama, petugas Damkar Kabupaten Grobogan dari Pos Induk Purwodadi datang untuk mengevakuasi.

Saat itu sejumlah petugas berusaha menjinakkan ular liar tersebut secara hati-hati.

Sebab, ular tersebut ternyata sedang mengerami telurnya sehingga bersifat lebih agresif.

"Usai ular sepanjang empat meter tersebut berhasil kita tangkap, kami temukan 20 butir telur. Jadi, ular piton ini sedang mengerami atau menjaga telurnya, sehingga sangat agresif dan harus ekstra hati-hati," jelas Gogot saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel.

Baca juga: Pelajar Tangerang yang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja Terancam Sulit Peroleh Pekerjaan

Tewas Dililit Sanca

Seorang warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan sudah tak bernyawa di hutan Lasebbo, Kamis (16/7/2020).

Sesuai foto yang beredar warga tersebut menggunakan baju lengan panjang warna kuning berpadu hijau dan menggunakan celana levis berwarna biru.

Korban tampak mengenakan tas pinggang dan terdapat tempat menyimpan parang di pinggangnya.

Di pakaian korban ditemukan beberapa bercak darah.

Diketahui korban bernama Suardi alias Udding warga Desa Lamoncong, Kecamatan Bontocani.

Seorang keluarga korban, Musriadi mengatakan Udding tewas diserang ular piton.

"Korban diserang ular piton sepanjang 5 meter. Ditemukan empat bekas gigitan ular di bagian kepala korban," katanya saat dihubungi via telepon, Jumat (17/7/2020).

 Gempa Besar Magnitudo 7,3 Guncang Port Moresby - Papua Nugini, Tak Berpotensi Tsunami

Diduga ular hendak memangsa korban, tetapi tidak bisa karena terhalang bebatuan di lokasi tersebut.

Camat Bontocani, Andi Yunan Helmi menambahkan, di bagian leher korban juga ditemukan bekas gigitan ular.

Usai menemukan jasad korban, warga kemudian mencari keberadaan ular piton tersebut.

Ular ditemukan tak jauh dari lokasi jasad korban. Ular bersembunyi di bebatuan. Setelah itu ular kemudian dibunuh warga.

Pria Suku Anak Dalam Dililit Ular

Pria ditemukan tewas membusuk dan dililit ular sanca

Seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

SAD yang diketahui bernama Marinding (26) itu ditemukan warga dalam kondisi meninggal bersama seekor ular sanca yang melilitnya.

Informasi yang dihimpun, korban hilang dari rumah sejak tanggal 12 Juli lalu.

Dia pergi dari rumah untuk berburu di hutan ketika tengah malam.

Setelah beberapa hari menghilang, keluarga dari SAD langsung melaporkan kepada Polsek Pamenang.

Mendapat informasi tersebut, pihak Polsek langsung menebar informasi ke berbagai lini.

Tepat pukul 15.30 WIB, petugas mendapatkan informasi dari warga jika ada bau busuk di hutan di Desa Rejosari, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin.

Petugas yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pamenang Iptu Fathkur Rahman langsung menuju ke TKP.

Benar saja, pihaknya menemukan Marinding telah terbujur kaku dengan kondisi dililit ular.

 Petugas Disdukcapil Kabupaten Cirebon Diciduk, Duit Rp 11 Juta Disita, Diduga dari Hasil Pungli

Kapolsek Pamenang Iptu Fathkur Rahman ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menemukan SAD yang hilang pada 12 Juli lalu.

"Ketika ditemukan, kondisinya sudah membusuk dan dililit ular," kata Fathkur Rahman, Selasa (14/7/2020).

Tidak ada luka serius di tubuh Marinding.

Namun, warga SAD yang bermukim di Desa Rejo Sari, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin itu ditemukan dalam kondisi telah membusuk dan dikerumuni lalat.

 Guru SDN Rajagaluh II Datangi Rumah Murid, Buat Kelompok Belajar Kecil untuk Belajar Tatap Muka

Petugas agak kesulitan ketika mengevakuasi korban karena ular sanca (sering dikenal ular sawo atau ular piton) yang panjangnya sekira tiga meter lebih itu melilit di tubuh korban.

Polisi saat berada di TKP penemuan jasad warga SAD di Merangin yang tewas dililit ular.
Polisi saat berada di TKP penemuan jasad warga SAD di Merangin yang tewas dililit ular. (Istimewa)

Petugas terpaksa mengusir ular tersebut menggunakan kayu yang tergeletak di sekitarnya.

Setelah beberapa menit melakukan pengusiran, akhirnya ular tersebut pergi.

"Ularnya dilepas, sementara korban kita evakuasi untuk dimakamkan," kata Kapolsek Pamenang, Iptu Fathkur Rahman, Selasa (14/7/2020).

Dia menduga sebelum korban meninggal, sempat terjadi pertarungan melawan ular tersebut karena di kepala ular tersebut terdapat luka.

"Mungkin dia mau menangkapnya, dia salah pegang dan kemudian dililit ular itu," ungkapnya.

 Petugas Disdukcapil Kabupaten Cirebon Diciduk, Duit Rp 11 Juta Disita, Diduga dari Hasil Pungli

Setelah menemukan jasad korban, pihaknya berkoordinasi dengan Puskesmas tempat untuk dimakamkan.

Sementara ular yang melilitnya dilepaskan lagi.

Namun demikian, sebelum dimakamkan pihak keluarga menolak untuk pemakaman korban karena tradisi mereka, siapa saja yang meninggal ketika melangun, maka tidak boleh dikuburkan.

Setelah diberikan pengarahan oleh Kapolsek, akhirnya keluarga mengikhlaskan korban untuk dimakamkan.

"Ini soal fardhu kifayah, jenazahnya harus dimakamkan," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved