Breaking News:

Kasus OTT di Disdukcapil Kab Cirebon

Petugas Disdukcapil Kabupaten Cirebon Diciduk, Duit Rp 11 Juta Disita, Diduga dari Hasil Pungli

Kedua tersangka itu masing-masing berinisial PH yang merupakan ASN, dan tenaga honorer, AS.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Dua tersangka telah ditetapkan dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Jabar di Disdukcapil Kabupaten Cirebon pada 24 Juni 2020.

//

Kedua tersangka itu masing-masing berinisial PH yang merupakan ASN, dan tenaga honorer, AS.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan dua alat bukti yang ada.

Menurut dia, petugas mengamankan uang tunai Rp 11.850.000 juta dari AS dan Rp 250 ribu dari tangan PH.

"Diduga uang tersebut merupakan hasil pungli dari masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan," kata M Syahduddi saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/7/2020).

Breaking News: 2 Orang Jadi Tersangka Kasus Pungli di Disdukcapil Kabupaten Cirebon, 1 Tersangka PNS

Ia mengatakan, motif kedua tersangka dalam kasus pungli itu ialah memungut sejumlah uang kepada warga yang mengurus pembuatan dokumen kependudukan.

Bahkan, diketahui rata-rata warga yang menjadi korban pungli ialah bukan pemohon baru karena sebelumnya telah memiliki dokumen kependudukan.

Namun, mengajukan pembuatan baru karena hilang, rusak, penggantian data, ataupun perpanjangan masa berlaku dokumen kependudukannya.

"Para pemohon ini mengambil jalur lain dari mekanisme online yang sudah ditentukan," ujar M Syahduddi.

Syahduddi menyampaikan, para tersangka yang bertugas sebagai operator di Disdukcapil Kabupaten Cirebon itu pun memunguti biaya.

Padahal, hal semacam itu tidak diperkenankan karena prosedur pembuatan dokumen kependudukan yang resmi ialah melalui pendaftaran online.

Selain itu, dalam proses pembuatan dokumen kependudukan juga tidak dipungut biaya atau gratis.

"Barang bukti lain yang diamankan ada blanko KTP elektronik yang diperjualbelikan kepada warga dan lainnya," kata M Syahduddi.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved