Breaking News:

Pungli di Disdukcapil Kabupaten Cirebon

Breaking News: 2 Orang Jadi Tersangka Kasus Pungli di Disdukcapil Kabupaten Cirebon, 1 Tersangka PNS

Menurut dia, PH berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan AS merupakan tenaga honorer.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Jajaran Polresta Cirebon menetapkan dua tersangka dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) Saber Pungli Jabar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon pada Rabu (24/6/2020).

//

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan, kedua tersangka itu masing-masing berinisial PH dan AS.

Menurut dia, PH berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan AS merupakan tenaga honorer.

"Dari hasil penyelidikan sementara, kami tetapkan dua orang itu sebagai tersangka," ujar M Syahduddi saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/7/2020).

Ia mengatakan, keduanya terbukti melakukan praktik pungli dalam proses pembuatan dokumen kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Cirebon.

Pihaknya juga masih mendalami kasus tersebut karena penanganannya telah dilimpahkan dari Tim Saber Pungli Jabar ke Satreskrim Polresta Cirebon sejak 27 Juni 2020.

TKW Asal Cianjur Disekap, Sang Anak Kaget Lihat Foto Ibunya Mengeluarkan Darah dari Mulut dan Hidung

"Penyidik Satreskrim Polresta Cirebon masih menyelidiki lebih lanjut mengenai kasus ini," kata M Syahduddi.

Diberitakan sebelumnya, Tim Saber Pungli Jawa Barat menangkap tangan praktik pungutan liar dalam pengurusan KTP elektronik di Disdukcapil Kabupaten Cirebon pada Rabu (24/6/2020) siang.

Dalam kegiatan tangkap tangan itu, ada lima orang yang diamankan, terdiri dari kepala bidang, ASN, pejabat struktural, dan tenaga honorer.

Pada peristiwa itu, ditemukan ada ASN yang melakukan pungli terhadap pembuatan KTP elektronik yang ditarif Rp 75 ribu perkeping yang tidak melalui online.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain uang Rp 11,85 juta sebagai uang kas penjualan blanko KTP, Rp 750 ribu uang penjualan blanko KTP pada 24 Juni 2020, dan uang Rp 500 ribu dari pemohon pembuat KTP.

Selain itu, turut disita 62 keping KTP sudah jadi, 10 keping blanko KTP kosong dan empat blanko dari seorang ASN level kepala bidang.

Ada juga delapan blanko sudah jadi yang dibuat tanpa pemesanan online, dan uang Rp 250 ribu dari pemohon pembuatan KTP elektronik.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved